Impor Masih Seret, Neraca Dagang Diprediksi Surplus USD2,62 Miliar

Senin, 15 Maret 2021 - 08:59 WIB
Menurut dia, penurunan impor secara bulanan disebabkan oleh menurunnya aktivitas manufaktur Indonesia, terindikasi dari penurunan PMI Indonesia menjadi sebesar 50,9 dari sebelumnya sebesar 52,2.

Sementara itu, dari sisi ekspor, diperkirakan secara bulanan pun, eskpor akan mengalami penurunan, meskipun secara tahunan akan tercatat bertumbuh sebesar 9,97% yoy, melambat bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang bertumbuh sebesar 12,24% yoy.

Baca Juga: Moeldoko Disebut Siap Tinggalkan Kabinet, 4 Jenderal Calon Penggantinya Mencuat

"Perlambatan dari sisi ekspor disebabkan oleh penurunan permintaan dari negara-negara mitra dagang Indonesia, seperti India, China, serta AS, terlihat dari menurunnya PMI Manufacturing dari negara-negara tersebut," katanya

Namun demikian, penurunan ekspor diprediksi tidak terlalu dalam, sejalan dengan masih bertumbuhnya harga komoditas utama unggulan Indonesia, seperti CPO.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!