Kemarin Lunglai, Hari Ini Rupiah Diprediksi Menguat
Kamis, 18 Maret 2021 - 08:46 WIB
Pagi ini, imbuh Ariston, juga terlihat minat pasar terhadap aset berisiko meninggi karena sikap the Fed tersebut. Hal ini terlihat dari indeks saham Asia yang dibuka menguat.
Baca Juga: Horornya Yangon Jadi Medan Perang, Sudah 200 Lebih Tewas di Myanmar Di sisi lain, sambung dia, yield obligasi pemerintah AS tenor jangka panjang yang terus naik bisa menahan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kemarin, yield tenor 10 tahun sempat menyentuh kisaran 1,68%, level tertinggi sejak Januari 2020. Saat ini, meski sudah terkoreksi di kisaran 1,63%, tapi masih terbilang di level tinggi. "Dolar menguat karena yield ini," katanya.
Ariston memperkirakan, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.380 hingga Rp14.465 per dolar AS (USD).
Baca Juga: Horornya Yangon Jadi Medan Perang, Sudah 200 Lebih Tewas di Myanmar Di sisi lain, sambung dia, yield obligasi pemerintah AS tenor jangka panjang yang terus naik bisa menahan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kemarin, yield tenor 10 tahun sempat menyentuh kisaran 1,68%, level tertinggi sejak Januari 2020. Saat ini, meski sudah terkoreksi di kisaran 1,63%, tapi masih terbilang di level tinggi. "Dolar menguat karena yield ini," katanya.
Ariston memperkirakan, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.380 hingga Rp14.465 per dolar AS (USD).
(fai)
Lihat Juga :