Spekulasi Penarikan Stimulus AS Picu Penguatan Rupiah
Kamis, 18 Maret 2021 - 17:53 WIB
Sementara sentimen dari dalam negeri berasal dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 persen. Hal itu dikarenakan kondisi perekonomian yang stabil dan penanganan Covid-19 yang cukup progresif turut mendorong penguatan rupiah.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Maret 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.
"Sejak awal tahun lalu, BI sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak 150 basis poin (bps). Kini, suku bunga acuan berada di titik terendah sepanjang sejarah Indonesia merdeka," terangnya.
Baca juga: Sudah Diduga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5%
Sedangkan untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.390 - Rp14.450 per dolar AS.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Maret 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.
"Sejak awal tahun lalu, BI sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak 150 basis poin (bps). Kini, suku bunga acuan berada di titik terendah sepanjang sejarah Indonesia merdeka," terangnya.
Baca juga: Sudah Diduga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5%
Sedangkan untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.390 - Rp14.450 per dolar AS.
(ind)
Lihat Juga :