Erdogan Pecat Gubernur Bank Sentral, Mata Uang Lira Turki Ambruk 14%

Senin, 22 Maret 2021 - 10:33 WIB
Pekan lalu, mata uang Turki naik menguat setelahAgbal meningkatkan suku bunga sebesar 2 poin secara persentase, dua kali lipat dari yang diharapkan para ekonom. Investor telah menyerukan kebijakan moneter yang lebih ketat di Turki untuk menjinakkan tingginya tingkat inflasi karena harga naik dengan cepat di negara itu.

Sekarang ada kekhawatiran bahwa keputusan Erdogan untuk menunjuk Sahap Kavcioglu menggantikan peran singkat Agbal diyakini memberikan sentimen negatif. Kavcioglu merupakan profesor perbankan yang tidak begitu dikenal serta merupakan mantan anggota parlemen dari partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa.

Baca Juga: Risiko Besar, Penerbitan Mata Uang Digital Butuh Persiapan Matang

Ia kerap dikenal sebagai orang yang menentang suku bunga tinggi sebagai cara melawan inflasi. Suku bunga Turki berada di level 19% yang telah menarik investor asing untuk memarkir uang tunai mereka dalam mata uang.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, bank sentral mengatakan pihaknya "akan terus menggunakan alat kebijakan moneter secara efektif sejalan dengan tujuan utamanya untuk mencapai penurunan inflasi secara permanen".
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!