IBC Jadi Momentum Daya Saing BUMN dan Ketahanan Energi Nasional

Jum'at, 26 Maret 2021 - 23:39 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, IBC merupakan strategi pemerintah, khususnya Kementerian BUMN untuk memaksimalkan potensi sumber daya mineral di Indonesia.

“Kita ingin menciptakan nilai tambah ekonomi dalam industri pertambangan dan energi, terutama nikel yang menjadi bahan utama baterai EV, mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik, dan memberikan kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, investasi skala besar seperti ini akan membuka banyak lapangan kerja, khususnya untuk generasi muda kita,” ujar Erick Thohir, Jumat (26/3/2021).

Sejalan dengan IBC yang akan mengelola ekosistem industri baterai kendaraan listrik, perusahaan juga akan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga yang menguasai teknologi dan pasar global untuk membentuk entitas patungan di sepanjang rantai nilai industri EV battery mulai dari pengolahan nikel, material prekursor dan katoda, hingga battery cell, pack, energy storage system (ESS), dan recycling.

Baca juga: Berburu Investor Kendaraan Listrik, 3 Menteri Sambangi AS dan Jepang

Hingga saat ini telah dilakukan penjajakan dengan beberapa perusahaan global yang bergerak di industri baterai EV, seperti dari China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!