Mengintip Kesulitan Indonesia Produksi Garam Industri

Senin, 29 Maret 2021 - 21:37 WIB
Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) mengatakan, bahwa di dalam negeri masih kesulitan memproduksi garam untuk memenuhi kebutuhan industri. Foto/Dok
JAKARTA - Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI), Muhammad Jakfar Sodikin mengatakan, bahwa di dalam negeri masih kesulitan memproduksi garam untuk memenuhi kebutuhan industri. Garam industri menyaratkan kandungan NaCL lebih murni dan kadar pengotor kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) lebih rendah dibandingkan dengan garam konsumsi.

Baca Juga: Kemenperin Serap Garam Lokal 1,5 Juta Ton di 2021



Dia menjabarkan, salah satu kesulitan yang dihadapi adalah luas lahan produksi garam masih sangat terbatas. “Tidak ada korelasi antara Indonesia memiliki garis pantai terpanjang dengan produksi garam. Seperti di Kalimatan dan Sumatera (tidak cocok) karena berada langung di garis katulistiwa, yang mana cuacanya lebih sering mendung,” ucapnya pada diskusi garam oleh Society for Biological Engineering Universitas Indonesia (SBE UI) dengan Forum Diskusi Ekonomi Politik (FDEP).

“Pantainya harus landai, selain itu pantai seperti di selatan pulau Jawa tidak bisa (membuat garam) karena ombaknya terlalu besar, yang berakibat akan menjebol tanggul (lahan garam),” terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!