Dihajar Pandemi, Laba Jasa Marga Masih Tetap Mengalir
Selasa, 30 Maret 2021 - 14:55 WIB
Dari sisi pendanaan, untuk mendukung likuiditas, perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I pada tanggal 8 September 2020 senilai Rp2 triliun. Permintaan yang masuk mencapai angka Rp2,7 triliun atau melebihi nilai yang ditawarkan.
Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan di antaranya untuk modal kerja, pemeliharaan jalan tol, peningkatan fasilitas, dan sarana penunjang jalan tol lainnya. ( Baca juga:Gantikan BMW i8, MINI Electric Pacesetter Jadi Safety Car Formula E )
Sementara itu, untuk menambah diversifikasi produk pendanaan, manajemen menerbitkan Surat Berharga Komersial atau Commercial Paper dengan nama instrumen SBK I PT Jasa Marga (Persero) Tbk 2020 (SBK Jasa Marga) untuk pertama kalinya dengan nilai Rp566 miliar yang terdaftar di Bank Indonesia (BI).
Dengan berhasil diterbitkannya SBK Jasa Marga, maka perseroan berhasil menambah portofolio pendanaan serta basis investor baru yang akan berdampak semakin kompetitifnya cost of debt perusahaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis kedepannya.
Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan di antaranya untuk modal kerja, pemeliharaan jalan tol, peningkatan fasilitas, dan sarana penunjang jalan tol lainnya. ( Baca juga:Gantikan BMW i8, MINI Electric Pacesetter Jadi Safety Car Formula E )
Sementara itu, untuk menambah diversifikasi produk pendanaan, manajemen menerbitkan Surat Berharga Komersial atau Commercial Paper dengan nama instrumen SBK I PT Jasa Marga (Persero) Tbk 2020 (SBK Jasa Marga) untuk pertama kalinya dengan nilai Rp566 miliar yang terdaftar di Bank Indonesia (BI).
Dengan berhasil diterbitkannya SBK Jasa Marga, maka perseroan berhasil menambah portofolio pendanaan serta basis investor baru yang akan berdampak semakin kompetitifnya cost of debt perusahaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis kedepannya.
(uka)
Lihat Juga :