PTBA Targetkan Penjualan Batubara 30,7 Juta Ton di 2021

Senin, 05 April 2021 - 19:25 WIB
Selain itu, Bukit Asam melakukan pembelian kembali saham (buyback) pada periode 17 Maret 2020 sampai dengan 16 Juni 2020 sebanyak 6,3 juta lembar saham dengan harga Rp1.987 per lembar saham. Di sisi lain, Apollonius mencatat, proyek pengembangan gasifikasi batu bara masuk dalam Proyek Strategi Nasional (PSN) dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 tahun 2020 yang ditandatangani pada 17 November 2020 lalu.

Proyek itu terdiri dari hilirisasi gasifikasi batu bara di Tanjung Enim dan kawasan industri Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) di Tanjung Enim. "PTBA, Pertamina, dan Air Products optimistis proyek pengembangan DME batu bara bisa berjalan sesuai rencana untuk mulai beroperasi di kuartal II-2024," katanya.

Baca Juga: Dibekuk KPK, Ini Profil Samin Tan Crazy Rich Batubara

Perjanjian kerja sama atau cooperation agreement antara PTBA, Pertamina, dan Air Products Chemical Inc juga sudah ditandatangani pada 11 Februari 2021. Pada penghujung 2020 PTBA telah menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan Activated Carbon Technologies PTY, LTD (ACT) yang berbasis di Australia yang telah menyatakan komitmen nya sebagai offtaker produk karbon-aktif secara jangka Panjang.

Pengembangan pabrik karbon aktif di Kawasan Industri Tanjung Enim (BACBIE) rencananya akan memproduksi karbon aktif sebanyak 12.000 ton per tahun dengan mengolah sebanyak 60.000 ton batu bara per tahun.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!