Bukan Lagi Monopoli Pria, Saatnya Perempuan Berkarya di Sektor Ekstraktif
Rabu, 21 April 2021 - 16:06 WIB
Selain Karen, para narasumber di diskusi tersebut sepakat jika jumlah perempuan yang berkarier di sektor ini perlu terus ditambah di semua level. Tak hanya di sektor hulu, midstream ataupun di hilir, juga di bidang-bidang yang terkait erat dengan sektor ESDM seperti penelitian dan sebagainya. "The more the better, wanita itu multitasking. Kalau sudah diberikan kepercayaan di posisi tertentu, mereka mampu menjalankan dengan baik, tidak kalah dengan laki-laki," ujar mantan Direktur Utama Pertamina tersebut.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi periode Desember 2018-Juni 2020 Meidawati pada diskusi dalam rangka memperingati Hari Kartini itu mengatakan, berdasarkan pengalamannya, kemampuan perempuan dalam mengelola sebuah pekerjaan tak kalah dan bahkan bisa mengungguli laki-laki.
Dia mencontohkan pada saat terjadinya insiden semburan sumur minyak YY di Blok PHE ONWJ. Dia menceritakan, saat itu ada salah satu karyawan perempuan PHE yang bekerja selama 12 jam sehari dan sebanyak 7 kali memimpin penanganan insiden tersebut. "Jadi saat di PHE, saya sudah melihat talenta-talenta itu," cetusnya.
Karena itu, Meidawati menyarankan kepada karyawan perempuan yang bekerja di sektor ESDM untuk tidak berhenti belajar dan terus mengasah kemampuan sehingga siap ketika diberikan kepercayaan untuk memimpin sebuah proyek atau posisi tertentu.
Hal senada dikatakan Kepala Divisi Perencanaan Eksplorasi SKK Migas Shinta Damayanti. Sejak awal berkarier di industri migas, Shinta mengaku tidak ada perlakuan khusus sebagai perempuan, dia diperlakukan sama seperti karyawan lainnya.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi periode Desember 2018-Juni 2020 Meidawati pada diskusi dalam rangka memperingati Hari Kartini itu mengatakan, berdasarkan pengalamannya, kemampuan perempuan dalam mengelola sebuah pekerjaan tak kalah dan bahkan bisa mengungguli laki-laki.
Dia mencontohkan pada saat terjadinya insiden semburan sumur minyak YY di Blok PHE ONWJ. Dia menceritakan, saat itu ada salah satu karyawan perempuan PHE yang bekerja selama 12 jam sehari dan sebanyak 7 kali memimpin penanganan insiden tersebut. "Jadi saat di PHE, saya sudah melihat talenta-talenta itu," cetusnya.
Karena itu, Meidawati menyarankan kepada karyawan perempuan yang bekerja di sektor ESDM untuk tidak berhenti belajar dan terus mengasah kemampuan sehingga siap ketika diberikan kepercayaan untuk memimpin sebuah proyek atau posisi tertentu.
Hal senada dikatakan Kepala Divisi Perencanaan Eksplorasi SKK Migas Shinta Damayanti. Sejak awal berkarier di industri migas, Shinta mengaku tidak ada perlakuan khusus sebagai perempuan, dia diperlakukan sama seperti karyawan lainnya.
Lihat Juga :