Sstt..! Gudang Garam Akhirnya Buka Suara Soal Gugatan ke Gudang Baru
Kamis, 22 April 2021 - 16:31 WIB
Menurut Heru, perkara merek dengan Gudang Baru bukan kali ini saja. Pada 2015 dan 2017 lalu, Mahkamah Agung (MA) memenangkan Gudang Garam terkait dengan perkara merek ini. "Namun Gudang Baru masih terus menggunakan merek-merek yang tampak memiliki kesamaan pada pokoknya dengan merek-merek milik Gudang Garam," kata Heru melalui keterbukaan informasi, Kamis (22/4/2021).
Gudang Garam memiliki beberapa portofolio merek saat ini berdasarkan tipenya. Rokok tipe sigaret kretek mesin full flavour (SKM FF), di dalamnya terdapat merek Gudang Garam Filter, Gudang Garam Signature, Surya, maupun Surya Pro. Rokok tipe Sigaret Kretek Mesin Low Tar Nikotin (SKM LTN) dengan beberapa merek seperti Surya Pro Mild dan GG Mild. Lalu, tipe Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan merek dagang seperti seperti Sriwedari, Djaja, maupun Gudang Garam Merah.
Baca Juga: Gegara Digugat Gudang Garam, Rokok Gudang Baru Kini Dijual Online
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan Gudang Garam sepanjang 2020 mengalami peningkatan 3,57% menjadi Rp 114,47 triliun. Namun, karena biaya cukai dan pajak naik hingga 15%, laba bersih Gudang Garam pun anjlok hingga 29,71% menjadi hanya Rp 7,59 triliun. Berdasarkan laporan keuangan, pertumbuhan penjualan tidak berjalan beriringan dengan pertumbuhan biaya yang harus dikeluarkan tahun lalu. Kenaikan biaya lebih tinggi dibandingkan peningkatan pendapatan Gudang Garam.
Gudang Garam memiliki beberapa portofolio merek saat ini berdasarkan tipenya. Rokok tipe sigaret kretek mesin full flavour (SKM FF), di dalamnya terdapat merek Gudang Garam Filter, Gudang Garam Signature, Surya, maupun Surya Pro. Rokok tipe Sigaret Kretek Mesin Low Tar Nikotin (SKM LTN) dengan beberapa merek seperti Surya Pro Mild dan GG Mild. Lalu, tipe Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan merek dagang seperti seperti Sriwedari, Djaja, maupun Gudang Garam Merah.
Baca Juga: Gegara Digugat Gudang Garam, Rokok Gudang Baru Kini Dijual Online
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan Gudang Garam sepanjang 2020 mengalami peningkatan 3,57% menjadi Rp 114,47 triliun. Namun, karena biaya cukai dan pajak naik hingga 15%, laba bersih Gudang Garam pun anjlok hingga 29,71% menjadi hanya Rp 7,59 triliun. Berdasarkan laporan keuangan, pertumbuhan penjualan tidak berjalan beriringan dengan pertumbuhan biaya yang harus dikeluarkan tahun lalu. Kenaikan biaya lebih tinggi dibandingkan peningkatan pendapatan Gudang Garam.
(nng)
Lihat Juga :