Waspada! Bulan Mei Pasar Cenderung Mengalami Tekanan
Senin, 03 Mei 2021 - 11:02 WIB
Di sisi lain, dia menuturkan fenomena sell in may and go away berpotensi hadir pada bulan Mei ini. Kendati berbagai stimulus sudah digelontorkan pemerintah di berbagai negara, tetapi tidak serta merta dapat mengembalikan GDP setiap negara dalam kondisi kontraksi.
Baca Juga: Ritel Tahun Ini Bisa Bangkit dari Kubur, Ini Syaratnya
“Walaupun adanya mekanisme bantuan langsung tunai, kemudian berbagai macam otoritas yang ada di Amerika itu berupaya meningkatkan likuiditas dengan menerbitkan relaksasi mulai dari pajak kemudian insentif terhadap para pengusaha yang itu juga dilakukan di Indonesia. Itu memang bagus tapi tidak serta merta dapat mengembalikan kondisi GDP setiap negara dalam kondisi kontraksi,” tutur Lucky. Lanjutnya, Lucky mengatakan, pada bulan Mei 2021 ini pasar masih cenderung mengalami tekanan atau koreksi. Serta, pelaku pasar sangat selektif untuk memperhatikan emiten-emiten yang memiliki kapitalisasi dan likuiditas.
Baca Juga: Ritel Tahun Ini Bisa Bangkit dari Kubur, Ini Syaratnya
“Walaupun adanya mekanisme bantuan langsung tunai, kemudian berbagai macam otoritas yang ada di Amerika itu berupaya meningkatkan likuiditas dengan menerbitkan relaksasi mulai dari pajak kemudian insentif terhadap para pengusaha yang itu juga dilakukan di Indonesia. Itu memang bagus tapi tidak serta merta dapat mengembalikan kondisi GDP setiap negara dalam kondisi kontraksi,” tutur Lucky. Lanjutnya, Lucky mengatakan, pada bulan Mei 2021 ini pasar masih cenderung mengalami tekanan atau koreksi. Serta, pelaku pasar sangat selektif untuk memperhatikan emiten-emiten yang memiliki kapitalisasi dan likuiditas.
(nng)
Lihat Juga :