Ajak Masyarakat Bijak Memilih Asuransi yang Tepat dan Aman
Selasa, 04 Mei 2021 - 21:10 WIB
Tokio Marine Life Insurance menyayangkan, maraknya kasus kerugian investasi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi tidak lepas dari belum meratanya literasi masyarakat atas asuransi jiwa. Foto/Dok
JAKARTA - Beberapa waktu belakangan bermunculan keluhan nasabah asuransi di berbagai media sosial. Umumnya, keluhan tersebut terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi. Patut disayangkan, bahwa maraknya kasus kerugian investasi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi tidak lepas dari masih belum meratanya tingkat literasi masyarakat atas asuransi jiwa .
Baca Juga: Penetrasi Rendah, Potensi Asuransi Jiwa di Indonesia Sangat Tinggi
Hal tersebut diperkuat dengan data dari Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019 yang menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia khususnya di sektor asuransi jiwa masih rendah. Persisnya, Indeks Literasi Asuransi hanya 19,4%, lebih rendah dari Indeks Literasi Perbankan yang mencapai 36,12%.
Tak hanya itu, penetrasi dan densitas asuransi jiwa di Indonesia juga masih sangat rendah. Data OJK menunjukkan sampai Juli 2020, penetrasi asuransi jiwa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia baru 1,1%.
Baca Juga: Penetrasi Rendah, Potensi Asuransi Jiwa di Indonesia Sangat Tinggi
Hal tersebut diperkuat dengan data dari Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019 yang menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia khususnya di sektor asuransi jiwa masih rendah. Persisnya, Indeks Literasi Asuransi hanya 19,4%, lebih rendah dari Indeks Literasi Perbankan yang mencapai 36,12%.
Tak hanya itu, penetrasi dan densitas asuransi jiwa di Indonesia juga masih sangat rendah. Data OJK menunjukkan sampai Juli 2020, penetrasi asuransi jiwa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia baru 1,1%.
Lihat Juga :