Larangan Mudik Berdampak Negatif ke Ekonomi Daerah tapi Baik untuk Jangka Panjang

Selasa, 18 Mei 2021 - 13:14 WIB
Ilustrasi pemudik. Foto/Dok Antara
JAKARTA - Kebijakan pemerintah yang melarang mudik lebaran pada periode 6-17 Mei 2021 berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah, namun langkah ini harus ditempuh demi menekan kasus Covid-19.

Peneliti makroekonomi LPEM-FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky mengatakan, larangan mudik memang berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi khususnya bagi konsumsi rumah tangga yang ada di daerah karena masyarakat yang mencari uang di pusat kota tidak bisa membelanjakan uangnya di kampung halaman.



“Memang kita melihat larangan mudik ini dari sisi ekonomi akan berdampak negatif paling tidak bagi pertumbuhan konsumsi rumah tangga,” ujarnya dalam acara market review IDX Channel, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Larangan Mudik Berakhir, Diprediksi 8.000 Penumpang Akan Berangkat dari Stasiun Senen Hari Ini

Kendati demikian, tandas Riefky, yang perlu dipahami adalah maksud dan tujuan dari larangan mudik dengan sudut pandang yang lebih luas, di mana tujuan utama dari larangan mudik adalah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Tapi yang perlu kita lihat dan pahami kita perlu menyikapi ini secara holistik. Di mana berkurangnya pas lebaran pertumbuhan ekonomi akibat mudik tidak hanya di daerah tujuan tapi di sepanjang jalur mudik ini juga untuk membatasi penyebaran virus Covid,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!