Pilih Mana, Aset Kripto Stabil atau Volatil?
Rabu, 19 Mei 2021 - 09:47 WIB
"Disebut stablecoin, karena harganya tidak naik dan turun secara cepat dalam kurun waktu tertentu. Dan karena menggunakan teknologi blockchain, jadi dapat ditransfer secara mudah, cepat dan cakupannya global,” Direktur PT Xaurius Asset Digital, ujar Nicco D Lawrence di Jakarta.
Nicco mencontohkan, aset kripto Xaurius Token (XAU) yang diterbitkan oleh pihaknya, adalah aset kripto berjenis stablecoin. Hal itu memungkinkan, karena harga 1 unit XAU dipatok dengan harga emas dari Antam.
“Harga 1 XAU setara dengan harga 1 gram emas fisik yang bernilai 99,9 persen. Seperti aset kripto lainnya, XAU bisa disimpan di e-wallet, yang mendukung blockchain Ethereum dan Binance Smart Chain," imbuh Nicco.
Baca Juga: Ekosistem Aset Kripto Perlu Regulasi untuk Lindungi Masyarakat
Pihak Xaurius sendiri memastikan audit cadangan emas dilakukan setiap 3 bulan secara rutin oleh auditor independen. “Hasilnya pun diterbitkan secara terbuka di Xaurius.com,” pungkas Nicco.
Nicco mencontohkan, aset kripto Xaurius Token (XAU) yang diterbitkan oleh pihaknya, adalah aset kripto berjenis stablecoin. Hal itu memungkinkan, karena harga 1 unit XAU dipatok dengan harga emas dari Antam.
“Harga 1 XAU setara dengan harga 1 gram emas fisik yang bernilai 99,9 persen. Seperti aset kripto lainnya, XAU bisa disimpan di e-wallet, yang mendukung blockchain Ethereum dan Binance Smart Chain," imbuh Nicco.
Baca Juga: Ekosistem Aset Kripto Perlu Regulasi untuk Lindungi Masyarakat
Pihak Xaurius sendiri memastikan audit cadangan emas dilakukan setiap 3 bulan secara rutin oleh auditor independen. “Hasilnya pun diterbitkan secara terbuka di Xaurius.com,” pungkas Nicco.
(akr)
Lihat Juga :