Kilang Pertamina Catatkan Kinerja Kinclong di Awal Tahun 2021
Rabu, 19 Mei 2021 - 11:48 WIB
"Optimasi kilang juga dilakukan dalam proses pengadaan crude (minyak mentah). Kita diberikan fleksibilitas dalam mengolah crude bagian negara agar dapat memberikan profitabilitas kilang yang lebih baik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/5/2021).
Menurut Djoko, upaya optimasi ini berhasil menjadikan imbal hasil produk atau Yield Valuable Product (YVP) di atas target. Persentase produksi produk bernilai tinggi, seperti produk bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia, mencapai realisasi di atas 79%, lebih tinggi daripada target pada RKAP sekitar 78%.
"Selain itu, Plant Availability Factor (PAF) yang merupakan indikator kehandalan operasi kilang terhadap perencanaan operasi juga berhasil kami tingkatkan menjadi hampir 100%, lebih tinggi daripada versi RKAP sekitar 99%," terang Djoko.
Faktor kedua terkait efisiensi biaya operasi kilang. Djoko melanjutkan, pemakaian energi yang dikendalikan hingga angkanya di bawah target RKAP.
Baca Juga: Pasarkan 3.000 MT Metanol, Pertamina Genjot Pasar Petrokimia Domestik
Menurut Djoko, upaya optimasi ini berhasil menjadikan imbal hasil produk atau Yield Valuable Product (YVP) di atas target. Persentase produksi produk bernilai tinggi, seperti produk bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia, mencapai realisasi di atas 79%, lebih tinggi daripada target pada RKAP sekitar 78%.
"Selain itu, Plant Availability Factor (PAF) yang merupakan indikator kehandalan operasi kilang terhadap perencanaan operasi juga berhasil kami tingkatkan menjadi hampir 100%, lebih tinggi daripada versi RKAP sekitar 99%," terang Djoko.
Faktor kedua terkait efisiensi biaya operasi kilang. Djoko melanjutkan, pemakaian energi yang dikendalikan hingga angkanya di bawah target RKAP.
Baca Juga: Pasarkan 3.000 MT Metanol, Pertamina Genjot Pasar Petrokimia Domestik
Lihat Juga :