Harga Vaksin Gotong Royong Rp879/Orang, Ekonom: Pengusaha Kecil Engga Punya Kesempatan
Sabtu, 22 Mei 2021 - 14:13 WIB
Harga vaksin gotong royong dinilai masih terlalu mahal, sehingga dapat menimbulkan diskriminasi. Karena faktanya hanya dapat diikuti pegawai dari perusahaan besar dan multinasional. Foto/SINDO Photo
JAKARTA - Harga vaksin gotong royong dinilai masih terlalu mahal, sehingga dapat menimbulkan diskriminasi. Karena faktanya hanya dapat diikuti pegawai dari perusahaan besar dan multinasional.
Menurut Ekonom Senior Fadhil Hasan, harga vaksin gotong royong yang ditetapkan Rp321.660, dengan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 terlalu mahal bagi pengusaha kecil dan menengah.
"Total biaya maksimal untuk dua kali vaksinasi, termasuk harga pembelian dan pelayanan vaksinasi, yaitu Rp879.140 per orang. Total biaya tersebut terlalu mahal bagi pengusaha kecil dan menengah," ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (22/5/2021).
Baca Juga: Ketakutan Said Iqbal: Vaksin Gotong Royong Bakal Dikomersialiasi
Fadhil Hasan menilai pekerja dari perusahaan kecil dan menengah tidak akan berkesempatan mendapatkan vaksin gotong royong sehingga pada akhirnya dengan sabar harus menunggu vaksin gratis dari pemerintah.
"Pemulihan ekonomi harusnya berawal bukan hanya dari perusahaan besar namun juga seluruh jenis badan usaha baik menengah maupun kecil. Harga yang mahal menyebabkan usaha kecil dan menengah meminta pegawainya mencari sendiri vaksin gratis dari pemerintah, mengingat usianya masih produktif, mereka harus menunggu sampai prioritas terakhir," tuturnya.
Menurut Ekonom Senior Fadhil Hasan, harga vaksin gotong royong yang ditetapkan Rp321.660, dengan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 terlalu mahal bagi pengusaha kecil dan menengah.
"Total biaya maksimal untuk dua kali vaksinasi, termasuk harga pembelian dan pelayanan vaksinasi, yaitu Rp879.140 per orang. Total biaya tersebut terlalu mahal bagi pengusaha kecil dan menengah," ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (22/5/2021).
Baca Juga: Ketakutan Said Iqbal: Vaksin Gotong Royong Bakal Dikomersialiasi
Fadhil Hasan menilai pekerja dari perusahaan kecil dan menengah tidak akan berkesempatan mendapatkan vaksin gotong royong sehingga pada akhirnya dengan sabar harus menunggu vaksin gratis dari pemerintah.
"Pemulihan ekonomi harusnya berawal bukan hanya dari perusahaan besar namun juga seluruh jenis badan usaha baik menengah maupun kecil. Harga yang mahal menyebabkan usaha kecil dan menengah meminta pegawainya mencari sendiri vaksin gratis dari pemerintah, mengingat usianya masih produktif, mereka harus menunggu sampai prioritas terakhir," tuturnya.
Lihat Juga :