Pengusaha Bioskop Babak Belur, CGV Rugi Rp446 Miliar di 2020
Jum'at, 28 Mei 2021 - 08:34 WIB
Ilustrasi. FOTO/News18
JAKARTA - PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) mencatatkan rugi bersih sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan tahunan, Perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp446 miliar atau berbanding terbalik dari tahun 2019 dengan laba sebesar Rp83,34 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan bersih Perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp255,83 miliar atau turun 81,91 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,41 triliun, dengan rugi per saham dasar Rp510. Adapun pendapatan bersih emiten pemilik Bioskop CGV ini terdiri atas bioskop, makanan dan minuman, acara-acara dan iklan, serta lisensi dan jasa manajemen. Bioskop menjadi penyumbang pendapatan tertinggi sebesar Rp160,79 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp887,13 miliar.
Baca Juga: Terbang ke Korsel, Luhut Rayu Bos LG Investasi Baterai Listrik di RI
Kemudian, makanan dan minuman tercatat Rp64,07 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp358,41 miliar, acara-acara dan iklan tercatat Rp30,85 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp168,14 miliar, serta lisensi dan jasa manajemen tercatat Rp102,42 juta atau lebih rendah dari sebelumnya Rp900,30 juta.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan bersih Perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp255,83 miliar atau turun 81,91 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,41 triliun, dengan rugi per saham dasar Rp510. Adapun pendapatan bersih emiten pemilik Bioskop CGV ini terdiri atas bioskop, makanan dan minuman, acara-acara dan iklan, serta lisensi dan jasa manajemen. Bioskop menjadi penyumbang pendapatan tertinggi sebesar Rp160,79 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp887,13 miliar.
Baca Juga: Terbang ke Korsel, Luhut Rayu Bos LG Investasi Baterai Listrik di RI
Kemudian, makanan dan minuman tercatat Rp64,07 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp358,41 miliar, acara-acara dan iklan tercatat Rp30,85 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp168,14 miliar, serta lisensi dan jasa manajemen tercatat Rp102,42 juta atau lebih rendah dari sebelumnya Rp900,30 juta.
Lihat Juga :