Terpengaruh Pandemi Covid-19 Penjualan MRAT Hanya Naik Sebesar 4%
Selasa, 01 Juni 2021 - 22:38 WIB
Sejumlah emiten melaporkan kinerja keuangannya untuk tahun buku 2020 ke otoritas bursa. Pandemi Covid-19 masih menekan kinerja beberapa emiten. Foto/Dok.
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menghdirkan banyak tantangan bagi dunia usaha. Meskipun memberikan dampak yang cukup berat, namun beberapa sektor usaha masih berhasil membukukan kinerja positif. PT Mustika Ratu,Tbk. (MRAT) dan Entitas Anak (Perseroan) mengumumkan penjualan bersih pada tahun buku 2020 sebesar Rp318,4 miliar, naik tipis Rp 13,2 miliar atau 4% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp305,2 miliar.
Dalam laporan keuangan yang disampaikan ke otoritas bursa, manajemen MRAT menyebutkan, peningkatan penjualan bersih disebabkan perseroan melakukan diversifikasi produk dengan meluncurkan inovasi produk terbaru yaitu hand sanitizer dan suplemen kesehatan Herbamuno+ (Health Care Division) sehingga penurunan penjualan kosmetik tergantikan dengan penjualan sektor di lini health care.
(Baca Juga : Dana Asing Mulai Deras, IHSG Diproyeksi Menguat di Juni )
Secara Operasional, walaupun dalam keadaan pandemi Covid-19 perseroan memperoleh laba bersih sebelum pajak (EBT) pada tahun 2020 sebesar Rp6,18 miliar meningkat sebesar Rp3,75 miliar atau 154% dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp2,43 miliar. Hal ini dikarenakan antara lain perseroan telah berhasil melakukan efisiensi dalam Harga Pokok Penjualan sebesar 6 % dibandingkan dari tahun 2019.
Dalam laporan keuangan yang disampaikan ke otoritas bursa, manajemen MRAT menyebutkan, peningkatan penjualan bersih disebabkan perseroan melakukan diversifikasi produk dengan meluncurkan inovasi produk terbaru yaitu hand sanitizer dan suplemen kesehatan Herbamuno+ (Health Care Division) sehingga penurunan penjualan kosmetik tergantikan dengan penjualan sektor di lini health care.
(Baca Juga : Dana Asing Mulai Deras, IHSG Diproyeksi Menguat di Juni )
Secara Operasional, walaupun dalam keadaan pandemi Covid-19 perseroan memperoleh laba bersih sebelum pajak (EBT) pada tahun 2020 sebesar Rp6,18 miliar meningkat sebesar Rp3,75 miliar atau 154% dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp2,43 miliar. Hal ini dikarenakan antara lain perseroan telah berhasil melakukan efisiensi dalam Harga Pokok Penjualan sebesar 6 % dibandingkan dari tahun 2019.
Lihat Juga :