Fokus Pasar Domestik, Pemerintah Batasi Penerbangan Asing ke Sejumlah Bandara
Kamis, 03 Juni 2021 - 20:16 WIB
Menurut Erick, pemberlakuan kebijakan tersebut didasarkan pada kondisi pandemi Covid-19. Dengan pembatasan open sky, ditargetkan sebanyak 20 bandara di daerah yang menjadi pasar Garuda Indonesia dan maskapai penerbangan swasta lainnya.
"Ini kesempatan bagi kita untuk sinkronisasi dengan kementerian-kementerian lainnya, kalau beberapa titik atau bandara yang dibuka untuk open sky, maka dari bandara tersebut Garuda Indonesia bisa menyebar ke 20 kota di Indonesia," tuturnya.
Mantan Bos Inter Milan itu menilai, kebijakan serupa sudah diterapkan di beberapa negara, terutama China dan Amerika Serikat. "Kita mau ke Amerika Serikat juga hanya beberapa bandara yang dibuka untuk penerbangan asing, tidak semua kota. Begitu juga di China seperti itu," tukasnya.
Kementerian BUMN akan memokuskan rute penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink di pasar domestik. Langkah itu seiring dengan ceruk pasar domestik yang dinilai potensial.
pUaya tersebut pun sudah dibicarakan dengan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) sejak Januari 2019 atau sebelum pandemi merebak di Indonesia. Erick mencatat, data penerbangan saat ini didominasi oleh penumpang domestik, di mana 78% penumpang menggunakan jasa pesawat untuk bepergian antar pulau.
"Ini kesempatan bagi kita untuk sinkronisasi dengan kementerian-kementerian lainnya, kalau beberapa titik atau bandara yang dibuka untuk open sky, maka dari bandara tersebut Garuda Indonesia bisa menyebar ke 20 kota di Indonesia," tuturnya.
Mantan Bos Inter Milan itu menilai, kebijakan serupa sudah diterapkan di beberapa negara, terutama China dan Amerika Serikat. "Kita mau ke Amerika Serikat juga hanya beberapa bandara yang dibuka untuk penerbangan asing, tidak semua kota. Begitu juga di China seperti itu," tukasnya.
Kementerian BUMN akan memokuskan rute penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink di pasar domestik. Langkah itu seiring dengan ceruk pasar domestik yang dinilai potensial.
pUaya tersebut pun sudah dibicarakan dengan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) sejak Januari 2019 atau sebelum pandemi merebak di Indonesia. Erick mencatat, data penerbangan saat ini didominasi oleh penumpang domestik, di mana 78% penumpang menggunakan jasa pesawat untuk bepergian antar pulau.
Lihat Juga :