Bos PT Asabri Pastikan Ekuitas Perusahaan Sudah Membaik
Rabu, 09 Juni 2021 - 16:37 WIB
Dia menyebutkan, penyesuaian suku bunga aktuaria yang efektif per April 2021 tersebut naik menjadi 7,48% dari posisi sebelumnya yakni 6,9%. Kenaikan pun berdampak signifikan pada penurunan cadangan.
"Jadi Bapak-Ibu sekalian, semakin suku bunga tinggi berarti pressure value-nya, dengan demikian biaya semakin rendah. Ini hitung-hitungan pencadangan dari yang kami cadangkan, jadi agak membaik diposisi April," paparnya.
Baca Juga: Dubes Arab Saudi Tegaskan Indonesia Batal Haji Bukan karena Persoalan Diplomasi
Meski demikian, Asabri masih membukukan ekuitas negatif, dimana pada periode yang sama atau 31 April 2021 terjadinya penurunan cadangan premi yang cukup besar. Untuk kinerja operasional, selama tiga tahun atau periode 2018-2020, perseroan mencatatkan kerugian sebesar Rp11,76 triliun.
"Tiga tahun terakhir kalau kami akumulasikan, Asabri mengalami kerugian secara komprehensif sebesar Rp11,76 triliun. Artinya akumulasi dari 2018 hingga 2020. Sehingga kami sampaikan kepada pimpinan masih membutuhkan capital Rp15,16 triliun," ungkap Wahyu.
"Jadi Bapak-Ibu sekalian, semakin suku bunga tinggi berarti pressure value-nya, dengan demikian biaya semakin rendah. Ini hitung-hitungan pencadangan dari yang kami cadangkan, jadi agak membaik diposisi April," paparnya.
Baca Juga: Dubes Arab Saudi Tegaskan Indonesia Batal Haji Bukan karena Persoalan Diplomasi
Meski demikian, Asabri masih membukukan ekuitas negatif, dimana pada periode yang sama atau 31 April 2021 terjadinya penurunan cadangan premi yang cukup besar. Untuk kinerja operasional, selama tiga tahun atau periode 2018-2020, perseroan mencatatkan kerugian sebesar Rp11,76 triliun.
"Tiga tahun terakhir kalau kami akumulasikan, Asabri mengalami kerugian secara komprehensif sebesar Rp11,76 triliun. Artinya akumulasi dari 2018 hingga 2020. Sehingga kami sampaikan kepada pimpinan masih membutuhkan capital Rp15,16 triliun," ungkap Wahyu.
(fai)
Lihat Juga :