Penyerapan Dana PEN Gak Optimal, Target Ekonomi Meroket Bisa Jadi Cuma Ngimpi
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:26 WIB
Menurut Riefky, ada tiga isu yang menyebabkan penyerapan anggaran PEN ini masih lambat. Tiga isu tersebut, yaitu program PEN beberapa ada yang hybrid antara belanja pusat dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), jadi ada realisasi yang memang masih perlu digenjot.
Lanjutnya, kedua, yakni dari sisi penyertaan modal negara (PMN). Di mana biasanya memang disalurkan pada akhir tahun, karena dibutuhkan Peraturan Pemerintah (PP) untuk proses penyaluran tersebut. Kemudian, yang ketiga adalah belanja kementerian lembaga. “Belanja kementerian lembaga pada program prioritas PEN memang sebagian besar itu bentuknya belanja modal. Ini yang memang seharusnya terus didorong dan dimonitor untuk bisa mencapai target-target ekonomi yang dicita-citakan oleh pemerintah,” ujar Riefky.
Baca Juga: Cegah Varian Delta India Ngamuk di RI, Jokowi Diminta Lockdown Besar-besaran
Sementara itu, Riefky menjelaskan, target pertumbuhan ekonomi akan sulit dicapai jika realisasi serapan anggaran PEN masih relatif lambat. Oleh karena itu, idealnya penyerapan PEN harus lebih masif lagi. “Kita tahu bahwa pemerintah selama beberapa waktu belakangan sudah menyatakan akan target di kuartal dua tahun 2021 ini untuk tumbuh 6 – 7%. Nah, ini agak sulit dicapai kalau memang realisasi PEN ini masih relatif lambat,” tutup dia.
Lanjutnya, kedua, yakni dari sisi penyertaan modal negara (PMN). Di mana biasanya memang disalurkan pada akhir tahun, karena dibutuhkan Peraturan Pemerintah (PP) untuk proses penyaluran tersebut. Kemudian, yang ketiga adalah belanja kementerian lembaga. “Belanja kementerian lembaga pada program prioritas PEN memang sebagian besar itu bentuknya belanja modal. Ini yang memang seharusnya terus didorong dan dimonitor untuk bisa mencapai target-target ekonomi yang dicita-citakan oleh pemerintah,” ujar Riefky.
Baca Juga: Cegah Varian Delta India Ngamuk di RI, Jokowi Diminta Lockdown Besar-besaran
Sementara itu, Riefky menjelaskan, target pertumbuhan ekonomi akan sulit dicapai jika realisasi serapan anggaran PEN masih relatif lambat. Oleh karena itu, idealnya penyerapan PEN harus lebih masif lagi. “Kita tahu bahwa pemerintah selama beberapa waktu belakangan sudah menyatakan akan target di kuartal dua tahun 2021 ini untuk tumbuh 6 – 7%. Nah, ini agak sulit dicapai kalau memang realisasi PEN ini masih relatif lambat,” tutup dia.
(nng)
Lihat Juga :