RI Ranking 5 Produsen Halal Dunia, 2024 Harus Jadi Nomor 1
Senin, 21 Juni 2021 - 13:40 WIB
Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum MES berharap, pada 2024 mendatang Indonesia mampu menjadi produsen produk halal terbesar di dunia. Harapan itu bisa direalisasikan bila MES bisa berperan aktif. Dengan kata lain, pengurus MES harus keluar dari zona nyaman dan ikut berkontribusi bagi penguatan produk halal dalam negeri.
Erick menilai, jumlah populasi muslim Indonesia dan melimpahnya sumber daya alam (SDA), tidak otomatis mendorong rantai halal di Indonesia bisa bersaing secara global. Oleh sebab itu, diperlukan kekuatan, sinergi, inovasi dan konsistensi dari sejumlah pihak, khususnya pelaku MES. "Ini perlu energi, sinergi, inovasi dan konsistensi. Inisiatif-inisiatif hari ini adalah bagian dari ikhtiar tersebut," ucapnya.
Baca juga: Produk RI Wajib Sertifikasi Halal, Segini Rincian Biayanya
Selain itu, adanya keberpihakan bagi UMKM dan pelaku usaha lokal. Setidaknya, hal itu penting agar para pelaku usaha juga bisa menjadi produsen dan tidak hanya berhenti sebagai pedagang produk halal saja. "(Biar bisa) mengekspor, tidak hanya mengimpor," tutur Erick.
Dia pun berharap ada terobosan baru yang berlandaskan pada standarisasi produk halal dunia, agar produk halal Indonesia lebih berdaya saing dibandingkan para pesaingnya.
Erick menilai, jumlah populasi muslim Indonesia dan melimpahnya sumber daya alam (SDA), tidak otomatis mendorong rantai halal di Indonesia bisa bersaing secara global. Oleh sebab itu, diperlukan kekuatan, sinergi, inovasi dan konsistensi dari sejumlah pihak, khususnya pelaku MES. "Ini perlu energi, sinergi, inovasi dan konsistensi. Inisiatif-inisiatif hari ini adalah bagian dari ikhtiar tersebut," ucapnya.
Baca juga: Produk RI Wajib Sertifikasi Halal, Segini Rincian Biayanya
Selain itu, adanya keberpihakan bagi UMKM dan pelaku usaha lokal. Setidaknya, hal itu penting agar para pelaku usaha juga bisa menjadi produsen dan tidak hanya berhenti sebagai pedagang produk halal saja. "(Biar bisa) mengekspor, tidak hanya mengimpor," tutur Erick.
Dia pun berharap ada terobosan baru yang berlandaskan pada standarisasi produk halal dunia, agar produk halal Indonesia lebih berdaya saing dibandingkan para pesaingnya.
(ind)
Lihat Juga :