Industri Kendaraan Listrik Mulai 'Digas' pada Juli 2021
Kamis, 24 Juni 2021 - 13:48 WIB
"Insya Allah berproses dan berproduksi di tahun 2023 akhir untuk tahan pertama 10 giga," kata dia.
Bahlil meyakini, keberadaan proyek strategis nasional (PSN) itu akan mendorong transformasi ekonomi dalam negeri. Bahkan, akan memberikan jawaban bahwa Indonesia mampu memberikan kontribusi kepada dunia untuk baterai mobil listrik.
"Sekalipun sekarang kita sedang digugat terkait pelarangan ekspor nikel kita. Mendag sekarang sedang melakukan pembahasan. Nah kalau kita mau membangun industri baterai mobil, maka kita harus berikan insentif yang cukup. Baik itu tax holiday, maupun impor mesin yang masuk ke Indonesia," tuturnya.
Bahlil meyakini, keberadaan proyek strategis nasional (PSN) itu akan mendorong transformasi ekonomi dalam negeri. Bahkan, akan memberikan jawaban bahwa Indonesia mampu memberikan kontribusi kepada dunia untuk baterai mobil listrik.
"Sekalipun sekarang kita sedang digugat terkait pelarangan ekspor nikel kita. Mendag sekarang sedang melakukan pembahasan. Nah kalau kita mau membangun industri baterai mobil, maka kita harus berikan insentif yang cukup. Baik itu tax holiday, maupun impor mesin yang masuk ke Indonesia," tuturnya.
(uka)
Lihat Juga :