Trik Arisan Online di Malang: Kasih Cuan di Awal, Setelah Itu Minggat

Senin, 28 Juni 2021 - 22:55 WIB
"Ada dua macam, arisan sama investasi, inves (investasi) kita seumpama bayar Rp1.250.000 dalam waktu 15 hari atau 7 hari dapat Rp1.300.000, Rp 1.500.000 kayak gitu itu. Kalau arisan menurun. Dapat pertama memang bayarnya lebih banyak bayar, terakhir dapatnya sedikit, dapatnya lama," ungkapnya.

"Sistemnya kayak rebutan, cepat-cepatan, acak grupnya dilock. Sebelum dilock ngasih info, sampai berapa sudah ada nominalnya. Dapatnya misalnya Rp1 juta untuk 5 orang, nomor 1 bayarnya 700 (Rp700 ribu), nomor 2 semakin menurun," imbuh FD menjelaskan sistem kerjanya.

Dari penuturan FD, terdapat setidaknya ada sekitar lebih dari 50 orang yang mengikuti arisan online ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Malang, Jakarta, hingga Yogyakarta, dengan total estimasi kerugian mencapai Rp1,5 miliar.

"Kalau saya pribadi rugi Rp7 juta, total ada 50 orang lebih, beda-beda kota itu, total Rp 1,5 miliar sejak Januari. Kalau yang kami tiga orang di Malang, yang di Jakarta sama Jogja, sudah ada yang lapor katanya," kata dia.

Namun kini ia tak tahu harus bagaimana, NA hilang tanpa kabar. Dirinya juga tak bisa ditelpon dan dikirim pesan whatsapp sejak 26 Juni 2021. Bahkan ia sempat mendatangi rumah NA yang ada di KTP, namun ternyata rumah tersebut sudah dijual lama dan pindah.

Admin penyelenggara arisan yang dikelola NA pun tak tahu menahu keberadaan NA, sedangkan sang pacar yang diketahui tinggal satu rumah dengan NA ternyata malah mengaku juga menjadi korban penipuan, uangnya dibawa kabur oleh NA.

FD pun telah mencari ke rumah orang tuanya dan hasilnya sang orang tua tak mau peduli dengan permasalahan yang dialami anaknya. Tak kunjung mendapat kejelasan akhirnya FD mencoba memberanikan diri mengadukan ke Polresta Malang Kota.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!