Ini Dia Sosok yang Diduga Berada di Balik Penipuan Robot Trading

Rabu, 20 Oktober 2021 - 20:27 WIB
Ini Dia Sosok yang Diduga Berada di Balik Penipuan Robot Trading
Investasi yang dilakukan robot trading diduga terjadi penipuan. Foto/Ilustrasi/Kemendag
A A A
JAKARTA - Para korban investasi bodong robot trading dikabarkan pada hari ini melaporkan MARK AI ke polisi. Pasalnya, janji Mark AI kembali beroperasi pada Senin 18 Oktober lalu tak terwujud.

Lantas seperti apa modus operandi robot investasi MARK AI yang korbannya sudah berani "speak up" karena kerugian yang dialami tak sedikit ini?

Mengutip berbagai sumber pada Rabu (20/10/2021), MARK AI merupakan robot trading yang menawarkan berbagai paket investasi. Menariknya, investasi dilakukan sepenuhnya oleh robot.

Baca juga: Awas Penawaran Robot Trading! Kemendag Belum Keluarkan Izinnya



Merujuk ke halaman websitenya, ketika masih bisa dibuka, Mark AI mengklaim akan memberikan keuntungan konsisten sebesar 15% hingga 45% per bulan dan para investor hanya ongkang-angking kaki saja, dan robot trading milik Mark AI yang akan menyelesaikan semua.

Lantas siapa sosok di balik Mark AI. Salah satu yang mulai terungkap adalah Jason alias Hindera. Dalam laman Facebook MARK AI, Jason disebut mewakili MarkAI sebagai Direktur PT Teknologi Investasi Indonesia divisi MARK AI.

Dalam tangkapan layar para member MARK AI di whatsapp, Jason alias Hindera adalah warga negara Indonesia, kelahiran Selat Panjang, 29 Oktober 1983. Jason tercatat menetap di Sidakarya, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Selain Jason, ada juga nama Agustian yang tercatat sebagai komisaris PT Teknologi Investasi Indonesia divisi MARK AI. Agustian yang baru berusia 34 tahun ini beralamatkan di Tanjung Balai, Karimun, Kepulauan Riau. Selain mereka disebut-sebut juga nama-nama seperti, Anna, Linda, Melly Cow, Mark yang diduga merupakan mentor di MARK AI.

Baca juga: Mahasiswa Perlu Tahu, Begini Langkah Perencanaan Karier Agar Sukses di Dunia Kerja

Hingga kini memang belum terungkap jumlah korban sekaligus nilai kerugian. Namun member MARK AI diperkirakan mencapai 500.000 orang. Nah jika satu anggota membenamkan dana investasi sebesar Rp1 juta, maka sudah bisa dihitung uang yang diputar perusahaan, mencapai Rp500 miliar.

Berdasarkan pengakuan para member MARK AI di sosial media, mereka membenamkan dana mulai USD33, USD10.000 hingga USD50.000. Dengan kurs Rp14.000 per dolar AS, nilai investasi itu mulai dari Rp1,46 juta, Rp140 juta sampai Rp700 juta.
(uka)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2059 seconds (11.252#12.26)