Bidik Industri Healthcare, BEST Incar Pendapatan Rp700 Miliar
Rabu, 30 Juni 2021 - 17:58 WIB
Hingga akhir tahun 2020, emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham BEST ini tercatat memiliki seluas 1.040 hektar secara gross, sementara secara nett seluas 640 ha.
Perseroan akan tetap berupaya meningkatkan luas landbank dengan melakukan akuisisi lahan di tahun ini. Terkait itu, BEST mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp300 miliar hingga Rp350 miliar.
Selain untuk akuisisi lahan, belanja modal digunakan untuk pembangunan infrastruktur kawasan industri. Meski menurut Kobi alokasi capex akan sangat tergantung dengan performa penjualan serta arus kas perseroan.
“Hingga akhir Mei kami sudah membelanjakan capex sebesar Rp55 miliar atau 11% dari target alokasi capex 2021,” ungkapnya.
Terkait kinerja di kuartal I-2021, perseroan telah mencatatkan marketing sales seluas 0,5 ha dengan harga jual rata-rata Rp3 juta per ha. Total penjualan yang dicacatkan per Maret 2021 sebesar Rp36 miliar, dengan laba kotor Rp16 miliar. Posisi EBITDA mesih positif pada angka Rp500 juta dengan perolehan rugi bersih Rp115 miliar.
Baca Juga : Airlangga Ungkap Sederet Jurus untuk Meningkatkan Ekspor UMKM
Sementara itu Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Perseroan akan tetap berupaya meningkatkan luas landbank dengan melakukan akuisisi lahan di tahun ini. Terkait itu, BEST mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp300 miliar hingga Rp350 miliar.
Selain untuk akuisisi lahan, belanja modal digunakan untuk pembangunan infrastruktur kawasan industri. Meski menurut Kobi alokasi capex akan sangat tergantung dengan performa penjualan serta arus kas perseroan.
“Hingga akhir Mei kami sudah membelanjakan capex sebesar Rp55 miliar atau 11% dari target alokasi capex 2021,” ungkapnya.
Terkait kinerja di kuartal I-2021, perseroan telah mencatatkan marketing sales seluas 0,5 ha dengan harga jual rata-rata Rp3 juta per ha. Total penjualan yang dicacatkan per Maret 2021 sebesar Rp36 miliar, dengan laba kotor Rp16 miliar. Posisi EBITDA mesih positif pada angka Rp500 juta dengan perolehan rugi bersih Rp115 miliar.
Baca Juga : Airlangga Ungkap Sederet Jurus untuk Meningkatkan Ekspor UMKM
Sementara itu Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Lihat Juga :