Sri Mulyani Ramal Defisit APBN Tidak Sampai Rp1.006,4 Triliun, Katanya Pertanda Bagus
Senin, 12 Juli 2021 - 17:05 WIB
Menurut mantan Direktur Bank Dunia itu, rendahnya defisit APBN ditopang oleh penerimaan negara yang diproyeksikan akan sebesar Rp 1.760,7 triliun atau melampaui target yang ditetapkan di APBN 2021 yakni Rp 1.743,6 triliun.
"Ini adalah sesuatu yang bagus. Artinya APBN akan tetap responsif, membantu rakyat, dunia usaha, dan penanganan Covid-19 tetapi masih tetap menjaga defisit di tingkat yang hati-hati," katanya.
Baca Juga: Pandemi Paksa Sri Mulyani Tunda Pencairan Belanja Bukan Prioritas
Sayangnya, penerimaan pajak di tahun ini diperkirakan Rp 1.176,3 triliun atau masih kurang Rp53,3 triliun dari target penerimaan pajak di tahun 2021 yang ditetapkan Rp 1.229,6 triliun.
“Jadi, penerimaan negara diharapkan bisa sedikit di atas target APBN 2021. Namun, ini sangat tergantung pada sisi ekonomi dan Covid-19, terutama di penerimaan perpajakan. Namun, harapannya kondisi ekonomi akan tetap pulih sehingga target penerimaan perpajakan bisa tercapai,” tandasnya.
"Ini adalah sesuatu yang bagus. Artinya APBN akan tetap responsif, membantu rakyat, dunia usaha, dan penanganan Covid-19 tetapi masih tetap menjaga defisit di tingkat yang hati-hati," katanya.
Baca Juga: Pandemi Paksa Sri Mulyani Tunda Pencairan Belanja Bukan Prioritas
Sayangnya, penerimaan pajak di tahun ini diperkirakan Rp 1.176,3 triliun atau masih kurang Rp53,3 triliun dari target penerimaan pajak di tahun 2021 yang ditetapkan Rp 1.229,6 triliun.
“Jadi, penerimaan negara diharapkan bisa sedikit di atas target APBN 2021. Namun, ini sangat tergantung pada sisi ekonomi dan Covid-19, terutama di penerimaan perpajakan. Namun, harapannya kondisi ekonomi akan tetap pulih sehingga target penerimaan perpajakan bisa tercapai,” tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :