Dapat 'Uluran Tangan' Banyak Pihak, Industri Keramik Kembali Bangkit
Rabu, 14 Juli 2021 - 13:27 WIB
Penurunan itu membuat industri keramik sempat melakukan pengurangan karyawan sebanyak 15.000 orang. Namun, kata Edy, itu tidak berlangsung lama lantaran mulai Juli 2021 tren sudah mulai membaik.
Lebih lanjut dia mengatakan, bangkitnya industri keramik tak jauh dari dukungan daya saing yang lebih cepat pulih dan meningkat. Selain itu, adanya pemberian stimulus harga gas oleh pemerintah yang mulai efektif pada April 2020.
“Menurut kami ini merupakan suatu stimulus yang sangat tepat sasaran karena datangnya di waktu yang tepat. Jadi bisa memberikan dampak luar biasa,” ucapnya.
Edy menjelaskan pentingnya harga gas karena komponen biaya produksi keramik yang paling besar itu atau 30% ada pada biaya gas. Sehingga secara otomatis ketika harga gas yang sebelumnya di Jawa Barat senilai USD9,17 per mmBTU lalu turun menjadi USD6 sangat membantu industri keramik.
Kemudian, pada Industri keramik di wilayah Jawa Timur sebelumnya USD 7,98 per mmBTU turun menjadi USD6 . Alhasil, stimulus ini menjadikan suatu titik balik dari kebangkitan industri keramik.
Selanjutnya yang menjadikan industri keramik bisa meningkatkan utilisasi adalah adanya pelarangan pemakaian produk impor bahan bangunan untuk konstruksi dan properti dari Kementerian PUPR di akhir tahun.
Lebih lanjut dia mengatakan, bangkitnya industri keramik tak jauh dari dukungan daya saing yang lebih cepat pulih dan meningkat. Selain itu, adanya pemberian stimulus harga gas oleh pemerintah yang mulai efektif pada April 2020.
“Menurut kami ini merupakan suatu stimulus yang sangat tepat sasaran karena datangnya di waktu yang tepat. Jadi bisa memberikan dampak luar biasa,” ucapnya.
Edy menjelaskan pentingnya harga gas karena komponen biaya produksi keramik yang paling besar itu atau 30% ada pada biaya gas. Sehingga secara otomatis ketika harga gas yang sebelumnya di Jawa Barat senilai USD9,17 per mmBTU lalu turun menjadi USD6 sangat membantu industri keramik.
Kemudian, pada Industri keramik di wilayah Jawa Timur sebelumnya USD 7,98 per mmBTU turun menjadi USD6 . Alhasil, stimulus ini menjadikan suatu titik balik dari kebangkitan industri keramik.
Selanjutnya yang menjadikan industri keramik bisa meningkatkan utilisasi adalah adanya pelarangan pemakaian produk impor bahan bangunan untuk konstruksi dan properti dari Kementerian PUPR di akhir tahun.
Lihat Juga :