Dilarang Lapor Kena Covid-19, Said Iqbal: Di Perusahaan Otomotif Ada 15 Buruh Meninggal

Kamis, 15 Juli 2021 - 15:37 WIB
"Ini kami enggak mengada-ada, semua sesuai data dan fakta kami datangi di lapangan," tegas Said.

Bahkan, kata Said, nasib mereka sangat memprihatinkan, karena para buruh ini diminta isolasi mandiri di rumah, namun tidak mendapatkan bantuan apa pun dari perusahaan. Sementara itu, untuk melaporkan diri ke fasilitas kesehatan dilarang oleh perusahaan.

"Masalahnya, kalau buruh-buruh ini melaporkan diri ke petugas kesehatan, yang ada pabrik tempat dia bekerja akan ditutup. Ujungnya, buruh itu sendiri yang nantinya justru harus dirumahkan atau dipotong gajinya. Ada wanti-wanti terselubung dari perusahaan, kalau kamu isoman jangan lapor ke satgas," ucapnya.

Sementara, jika si buruh melapor, maka perusahaan ditutup sementara, dan perusahaan ini tidak mau. Kalau ditutup, ada yang dirumahkan dan dipotong gaji, bahkan PHK. Akhirnya, selama 14 hari isolasi mandiri para buruh ini tidak mendapatkan obat ataupun vitamin, bahkan beberapa orang buruh juga mengaku tak mampu membeli kebutuhan tersebut karena harga obat yang naik tinggi.

Baca juga:Ivermectin Dikategorikan sebagai Obat Uji untuk Pengobatan Covid-19
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!