Erick Thohir Pastikan Distribusi 1,9 Juta Vaksin Gotong Royong di Luar Sumbangan
Senin, 26 Juli 2021 - 14:48 WIB
Erick tak ingin nantinya ada sebagian oknum yang bisa membeli obat-obatan dalam jumlah banyak. Dia pun meminta agar apotek berperan dengan memberikan obat sesuai dengan kebutuhan rumah sakit atau Kementerian Kesehatan.
"Karena kita takut ada loop hole. Tentu kita tidak menyalahkan siapa-siapa misalnya tiba-tiba ada satu orang bisa beli dalam jumlah besar. Itu kita jaga," jelasnya.
Baca juga:Begini Suasana Hari Pertama Perpanjangan Ganjil Genap di Kota Bogor
Sementara itu, total produksi obat-obatan sampai dengan September 2021 akan mencapai puluhan juta. Misalnya total produksi untuk azithromycin diperkirakan akan mendekati 13 juta, zinc 15 juta, paracetamol 30 juta, vitamin C 77 juta, ambroxol 26 juta, vitamin D3 20 juta, oseltamivir 32 juta dan favipiravir 83 juta.
"Kita sekarang secara produksi in line. Bahan baku juga terkontrol, tapi ini yang saya sampaikan angka-angka yang diproduksi BUMN, di luar swasta," pungkasnya.
"Karena kita takut ada loop hole. Tentu kita tidak menyalahkan siapa-siapa misalnya tiba-tiba ada satu orang bisa beli dalam jumlah besar. Itu kita jaga," jelasnya.
Baca juga:Begini Suasana Hari Pertama Perpanjangan Ganjil Genap di Kota Bogor
Sementara itu, total produksi obat-obatan sampai dengan September 2021 akan mencapai puluhan juta. Misalnya total produksi untuk azithromycin diperkirakan akan mendekati 13 juta, zinc 15 juta, paracetamol 30 juta, vitamin C 77 juta, ambroxol 26 juta, vitamin D3 20 juta, oseltamivir 32 juta dan favipiravir 83 juta.
"Kita sekarang secara produksi in line. Bahan baku juga terkontrol, tapi ini yang saya sampaikan angka-angka yang diproduksi BUMN, di luar swasta," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :