Babak Baru Kerja Sama Energi Terbarukan RI dan PEA
Selasa, 03 Agustus 2021 - 19:08 WIB
PLTS Terapung Cirata. FOTO/Humas KBRI Abu Dhabi
JAKARTA - Tercapainya financial close Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung 145 MWac menandai babak baru kerjasama energi terbarukan RI-PEA . Pembangkit yang dibangun oleh Masdar bersama PT PJB Investasi tersebut memulai proses konstruksi dan diharapkan selesai November 2022.
Duta Besar RI untuk Persatuan Emirat Arab Husin Bagis menyampaikan bahwa dimulainya proses konstruksi PLTS Terapung Cirata akan semakin meningkatkan kerjasama kedua negara terutama di bidang energi terbarukan. "Kami berharap dengan tercapainya financial close tersebut dapat menjadi babak baru meningkatnya kerjasama RI-PEA di bidang energi terbarukan," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (3/8/2021).
Baca Juga: BKPM Kawal Proyek PLTS Cirata agar Investasinya Tembus Rp1,8 Triliun
Menurut Husin, progress yang dicapai oleh konsorsium Masdar dan PT PJB Investasi melalui anak perusahaan mereka di Indonesia yakni PT PJB Masdar Solar Energi (PMSE) tersebut sangat menggembirakan. “Berkat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Jakarta, maka proyek investasi senilai USD 129 juta ini bisa terus berjalan, meski di tengah berbagai keterbatasan akibat kondisi pandemi yang melanda sejak tahun lalu,” papar mantan Atase Perdagangan Tokyo tersebut.
Duta Besar RI untuk Persatuan Emirat Arab Husin Bagis menyampaikan bahwa dimulainya proses konstruksi PLTS Terapung Cirata akan semakin meningkatkan kerjasama kedua negara terutama di bidang energi terbarukan. "Kami berharap dengan tercapainya financial close tersebut dapat menjadi babak baru meningkatnya kerjasama RI-PEA di bidang energi terbarukan," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (3/8/2021).
Baca Juga: BKPM Kawal Proyek PLTS Cirata agar Investasinya Tembus Rp1,8 Triliun
Menurut Husin, progress yang dicapai oleh konsorsium Masdar dan PT PJB Investasi melalui anak perusahaan mereka di Indonesia yakni PT PJB Masdar Solar Energi (PMSE) tersebut sangat menggembirakan. “Berkat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Jakarta, maka proyek investasi senilai USD 129 juta ini bisa terus berjalan, meski di tengah berbagai keterbatasan akibat kondisi pandemi yang melanda sejak tahun lalu,” papar mantan Atase Perdagangan Tokyo tersebut.
Lihat Juga :