Perry Optimis Rupiah Mampu Menguat ke Tingkat Fundamental
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:25 WIB
Dia melanjutkan, masuknya aliran modal asing khususnya melalui Surat Berharga Negara (SBN) akan terus memperkuat nilai tukar rupiah. Meski demikian, menurut BI, nilai tukar rupiah saat ini masih undervalue. Jadi masih bisa terus menguat nantinya. Baca: Inflasi Ramadhan 2020 Rendah Hanya 0,09% Saat Permintaan Menyusut
"Kami meyakini bahwa nilai tukar saat ini masih undervalue dan berpeluang akan terus mengalami penguatan ke arah fundamentalnya," tegasnya lagi.
Perry menerangkan, posisi kurs rupiah yang masih undervalue atau berada di bawah level fundamental disebabkan faktor premi risiko yang masih tinggi akibat ketidakpastian di pasar keuangan global.
"Sebelum Covid-19, nilai tukar rupiah pernah di bawah Rp14.000, di level Rp13.800, pernah juga sampai Rp13.600 (per dolar AS), jadi itu akan mengarah ke sana," pungkasnya.
"Kami meyakini bahwa nilai tukar saat ini masih undervalue dan berpeluang akan terus mengalami penguatan ke arah fundamentalnya," tegasnya lagi.
Perry menerangkan, posisi kurs rupiah yang masih undervalue atau berada di bawah level fundamental disebabkan faktor premi risiko yang masih tinggi akibat ketidakpastian di pasar keuangan global.
"Sebelum Covid-19, nilai tukar rupiah pernah di bawah Rp14.000, di level Rp13.800, pernah juga sampai Rp13.600 (per dolar AS), jadi itu akan mengarah ke sana," pungkasnya.
(bon)
Lihat Juga :