Beri Selamat ke PHR, Pengamat Ini Juga Ungkap Tantangan Kelola Blok Rokan

Minggu, 08 Agustus 2021 - 17:01 WIB
Mamit menilai isu sosial juga masih akan membayangi operasional Blok Rokan ke depannya. Pemda Riau sebagai pemegang participating interest (PI) 10% sesuai dengan KepMen ESDM 1923/2018 harus membantu PHR dalam mengelola isu sosial yang dihadapi oleh PHR ke depannya. "Jangan sampai akan kontraproduktif terhadap kinerja PHR dalam mencapai target produksi yang ditetapkan," tuturnya.

Selain itu, Mamit berharap BUMD mampu memainkan peran mereka dalam menciptakan dan menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat sekitar sehingga kehadiran dari pemda melalui BUMD di PHR bisa dirasakan secara langsung dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Lawan Militer China, Jepang Bakal Kerahkan Rudal di Dekat Taiwan

Lebih lanjut dia mengatakan, mengingat kontrak PHR saat ini menggunakan skema PSC Gross Split, maka PHR harus bener-benar efisien, efektif dan handal dalam membuat dan menjalankan program di Blok Rokan mengingat risiko besar di tangan PHR sendiri. Kehandalan dalam menjaga dan meningkatkan produksi harus di barengi dengan komiten menjaga dan meningkatkan faktor HSSE oleh PHR.

"Kita tahu, bahwa isu pencemaran lingkungan ini menjadi sesuatu yang menarik untuk di cermati oleh pihak lain. Efisensi yang dilakukan jangan sampai mengorbankan faktor HSSE," tandasnya.

Meski dengan permasalahan-permasalahan tersebut, Mamit tetap yakin dan percaya PHR siap untuk mengelola Blok Rokan. "Di bawah komando Dirut PHR saat ini, Jaffee Suardin dan dengan dukungan dari Sub Holding Upstream, SKK Migas, Kementerian ESDM, Pemda Riau dan stakeholder lainnya, cerita manis Blok Rokan kita harapkan tercipta kembali dalam guratan tulisan yang diciptakan oleh Pertamina Hulu Rokan," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!