Kadin: Jumlah PHK dan Dirumahkan Sangat Mengkhawatirkan
Jum'at, 29 Mei 2020 - 16:51 WIB
Ia menyampaikan, opsi untuk merumahkan dan PHK pegawai merupakan pilihan paling terakhir yang diambil oleh perusahaan. "Selama ada cashflow atau likuiditas yang terjaga, memang pilihan merumahkan atau PHK jatuh di pilihan terakhir. Tetapi kalau ada penurunan pendapatan signifikan, pasti pilihan ini diambil," lanjut Rosan.
Sejauh ini, memang pemerintah sudah memberikan beberapa stimulus fiskal dan moneter untuk menjaga likuiditas. Namun, Kadin menilai kondisi ini sangat mengkhawatirkan, karena berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran di Indonesia.
"Sebelum Covid-19, angka pengangguran sudah 7 juta. Dengan ada tambahan kurang lebih 6 juta orang, ini menjadi situasi yang perlu dicari solusinya. Tekanan terhadap perekonomian kedepannya masih berjalan meski ada new normal, revenue tidak akan optimal, dan masih ada biaya-biaya tambahan," pungkasnya.
Sejauh ini, memang pemerintah sudah memberikan beberapa stimulus fiskal dan moneter untuk menjaga likuiditas. Namun, Kadin menilai kondisi ini sangat mengkhawatirkan, karena berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran di Indonesia.
"Sebelum Covid-19, angka pengangguran sudah 7 juta. Dengan ada tambahan kurang lebih 6 juta orang, ini menjadi situasi yang perlu dicari solusinya. Tekanan terhadap perekonomian kedepannya masih berjalan meski ada new normal, revenue tidak akan optimal, dan masih ada biaya-biaya tambahan," pungkasnya.
(bon)
Lihat Juga :