Pensiun Tahun Depan, Powell Bertahan atau Terdepak dari The Fed?
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 19:13 WIB
Memahami dinamika ekonomi AS tahun lalu di tengah amukan Covid-19 dan ketatnya pembatasan, membuat Powell sempat memangkas suku bunga acuan mendekati nol dan memulai pembelian obligasi besar-besaran. Langkah tersebut dinilai dapat mengatasi krisis keuangan dan membuka jalan bagi pemulihan ekonomi.
"Kehadirannya sebagai pimpinan Federal Reserve dapat memberikan kepercayaan kepada publik bahwa bank sentral dapat mengatasi segala hambatan demi pemulihan ekonomi," terangnya.
Sementara seorang penasihat Biden menyatakan belum memutuskan apakah akan menunjuk kembali Powell, seorang bankir investasi dan pengacara yang dilantik Presiden Barack Obama dalam jajaran dewan direksi Federal Reserve pada 2012. Kemudian dia ditunjuk oleh Presiden Donald Trump menjadi Gubernur The Fed pada 2018.
Dapat dimengerti bahwa setiap pengangkatan pejabat tinggi, merupakan hasil dari keputusan politik penguasa. Sementara Powell tercatat terdaftar sebagai anggota Partai Republik.
Ketika Demokrat berkuasa di eksekutif, Biden dan penasihat strategisnya sempat menilai kebijakan Powell dalam hal makro sebagai hal positif, menyebut kenaikan inflasi baru-baru ini dimungkinkan hanya bersifat sementara, dan masih mempercayai kinerja the Fed ke depannya.
Tapi tunggu dulu, tidak semua politikus Demokrat berkata hal yang sama. Contohnya Senator Sherrod Brown dan Elizabeth Warren yang sempat mengkritik kebijakan Powell ihwal regulasi perbankan.
Brown sempat mengindikasikan jajaran direksi The Fed kurang beragam dari sisi ras, hanya dari kalangan kulit putih. Kritik juga datang dari para aktivis iklim, termasuk kelompok 350.org yang mendesak Biden mengganti Powell dengan pejabat yang pro-lingkungan.
"Kehadirannya sebagai pimpinan Federal Reserve dapat memberikan kepercayaan kepada publik bahwa bank sentral dapat mengatasi segala hambatan demi pemulihan ekonomi," terangnya.
Sementara seorang penasihat Biden menyatakan belum memutuskan apakah akan menunjuk kembali Powell, seorang bankir investasi dan pengacara yang dilantik Presiden Barack Obama dalam jajaran dewan direksi Federal Reserve pada 2012. Kemudian dia ditunjuk oleh Presiden Donald Trump menjadi Gubernur The Fed pada 2018.
Dapat dimengerti bahwa setiap pengangkatan pejabat tinggi, merupakan hasil dari keputusan politik penguasa. Sementara Powell tercatat terdaftar sebagai anggota Partai Republik.
Ketika Demokrat berkuasa di eksekutif, Biden dan penasihat strategisnya sempat menilai kebijakan Powell dalam hal makro sebagai hal positif, menyebut kenaikan inflasi baru-baru ini dimungkinkan hanya bersifat sementara, dan masih mempercayai kinerja the Fed ke depannya.
Tapi tunggu dulu, tidak semua politikus Demokrat berkata hal yang sama. Contohnya Senator Sherrod Brown dan Elizabeth Warren yang sempat mengkritik kebijakan Powell ihwal regulasi perbankan.
Brown sempat mengindikasikan jajaran direksi The Fed kurang beragam dari sisi ras, hanya dari kalangan kulit putih. Kritik juga datang dari para aktivis iklim, termasuk kelompok 350.org yang mendesak Biden mengganti Powell dengan pejabat yang pro-lingkungan.
Lihat Juga :