Gergasi Amerika Siap Beli Perusahaan Chip Seharga Rp509 Triliun, Pemerintah Inggris Cemas

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 11:00 WIB
"Rencana pembelian itu menimbulkan kekhawatiran persaingan serius," kata pengawas persaingan Inggris.

Tak sampai di situ, CMA juga mengkhawatirkan kesepakatan itu akan menghambat inovasi di beberapa bidang, seperti game dan mobil self-driving. Makanya, CMA menyatakan perlu penyelidikan yang lebih mendalam terhadap pengambilalihan Arm oleh Nvidia.

Tak menutup kemungkinan bahwa pengambilalihan itu akan tunduk pada penyelidikan "phase 2" yang lebih dalam. Artinya, pengambilalihan itu akan disetop.

Seorang juru bicara Department for Digital, Culture, Media & Sport (DCMS)--sebuah departemen dalam pemerintahan Inggris yang bertanggung jawab terkait masalah ini--mengatakan, sekretaris negara urusan digital akan membuat keputusan terkait kelanjutan penyelidikan ke tahap berikutnya.

Sementara itu, pihak Nvidia sendiri menegaskan bahwa kesepakatan itu akan menguntungkan Arm, pemegang lisensi, dan persaingan di Inggris. Mereka pun meminta kesempatan untuk melakukan pembahasan dengan CMA.

Baca juga: Pasukan Anti-Taliban Dilaporkan Rebut Kembali Tiga Daerah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!