Permintaan Kemasan Plastik Meningkat 5% Selama PPKM Berlevel
Selasa, 24 Agustus 2021 - 23:56 WIB
Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu juga menjelaskan kemasan plastik sekali pakai efektif dalam mencegah kontaminasi silang (cross contamination), yaitu proses berpindahnya virus secara tidak sengaja dari suatu benda atau seseorang ke benda lainnya.
"Wadah makanan plastik direkomendasikan karena melindungi makanan terhadap kontaminasi dan melestarikan makanan lebih lama untuk meminimalkan penggunaan bahan pengawet, kemasan makanan plastik merupakan bahan yang dapat didaur ulang," kata dia.
Managing Director dari Digital Waste Solution (DWS) Uli Erni Iriani Nadeak mengatakan sekarang yang harus dipahami adalah bagaimana cara mengelola sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan. Adapun caranya dengan mengelola dan memilah sampah dengan benar untuk kemudian didaur ulang.
Baca Juga: Biaya Aplikasi Pesan Antar Makanan Lebih Mahal Dibanding Beli Langsung
DWS telah menciptakan sistem pengelolaan sampah secara terintegrasi, keberlanjutan, dan berbasis digital 4.0 yang mengacu pada Perpres 97 Tahun 2017. Sistem aplikasi DWS ini, kata Uli, diciptakan untuk melakukan konsistensi komitmen expanded product responsibility sebagai panduan bagi produsen untuk bergerak bersama mengurangi sampah kemasan. "Tujuannya untuk menciptakan ekonomi sirkular serta aktif mendukung inisiatif besar pemerintah," jelasnya.
"Wadah makanan plastik direkomendasikan karena melindungi makanan terhadap kontaminasi dan melestarikan makanan lebih lama untuk meminimalkan penggunaan bahan pengawet, kemasan makanan plastik merupakan bahan yang dapat didaur ulang," kata dia.
Managing Director dari Digital Waste Solution (DWS) Uli Erni Iriani Nadeak mengatakan sekarang yang harus dipahami adalah bagaimana cara mengelola sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan. Adapun caranya dengan mengelola dan memilah sampah dengan benar untuk kemudian didaur ulang.
Baca Juga: Biaya Aplikasi Pesan Antar Makanan Lebih Mahal Dibanding Beli Langsung
DWS telah menciptakan sistem pengelolaan sampah secara terintegrasi, keberlanjutan, dan berbasis digital 4.0 yang mengacu pada Perpres 97 Tahun 2017. Sistem aplikasi DWS ini, kata Uli, diciptakan untuk melakukan konsistensi komitmen expanded product responsibility sebagai panduan bagi produsen untuk bergerak bersama mengurangi sampah kemasan. "Tujuannya untuk menciptakan ekonomi sirkular serta aktif mendukung inisiatif besar pemerintah," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :