Cuan, Riset DBS Proyeksikan Harga Komoditas di 2021 Bakal Lebih Tinggi dari 2020

Jum'at, 03 September 2021 - 13:15 WIB
Tingginya harga komoditas diperkirakan bakal menguntungkan produsen komoditas hulu. Sementara sektor hilir, prospek margin mungkin tidak seburuk yang diperkirakan, karena dengan permintaan yang lebih tinggi pada produk akhir, sebagian biaya produksi bahan baku ini dapat dialihkan ke pelanggan.

Sektor penerbangan, konstruksi, semen, kilang diperkiraakan sulit meneruskan kenaikan biaya. Sementara sektor otomotif, perangkat keras teknologi, galangan kapal, konsumsi makanan minuman akan lebih mengelola margin di tengah meningkatnya permintaan konsumen akhir.

Baca Juga: Siasat Gajah Mada Menaklukkan Kebo Iwa, Patih Kerajaan Bali yang Ditakuti Majapahit

DBS memberikan pandangan mengenai beberapa komoditas yang akan mengalami pergerakan signifikan di tahun 2021 ini, serta sejumlah faktor pendorong dan industri-industri yang terdampak.

1. Baja

Harga patokan HRC (Hot Rolled Coil) dunia dan China (tidak termasuk PPN) masing-masing naik 59% dan 35% menjadi USD1.069/ton dan USD785/ton pada awal tahun hingga 19 Mei 2021. Harga baja akan terus didukung oleh kenaikan permintaan baja global sebesar 6,2% pada tahun ini yang terdorong oleh Rancangan Undang-undang (RUU) infrastruktur AS dan pemulihan ekonomi.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah China dapat menyebabkan persaingan pasokan di pasar menjadi lebih ketat. Analis DBS Group Research Lee Eun Young menyebutkan, harga baja diperkirakan melemah di semester II-2021 di mana bijih besi harganya akan turun karena peningkatan pasokan dari pertambangan. Rata-rata harga patokan HRC dunia dan harga HRC domestik China masih diproyeksikan naik 47% dan 37% secara tahunan (year on year) pada 2021.

2. Tembaga
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!