Bantuan Tunai UMKM Rp1,2 Juta Disambut Girang, Pengusaha Warteg: Kadang Kurang Merata
Rabu, 08 September 2021 - 03:37 WIB
Menko Airlangga sebelumnya mengatakan, pengusaha Warteg hingga Pedagang Kaki Lima (PKL) direncanakan akan mendapatkan bantuan tunai sebanyak Rp1,2 juta di masa perpanjangan PPKM. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan, pengusaha Warteg hingga Pedagang Kaki Lima (PKL) direncanakan akan mendapatkan bantuan tunai sebanyak Rp1,2 juta di masa perpanjangan PPKM.
Sehubungan dengan itu, salah satu pengusaha Warung Tegal (Warteg) di kawasan Jakarta Pusat, Tio Ardyansach mengaku senang dan berharap segera bisa dicairkan dari pemerintah
“Ya kami tentu sangat berharap dengan adanya bantuan dan berharap segera cair, namun ya kadang-kadang gitu dari pemerintah suka kurang merata dalam memberikan bantuan,” kata Tio saat ditemui oleh MNC Portal Indonesia, Selasa (7/9/2021).
Baca Juga: Waktu Makan di Tempat Ditambah Jadi 60 Menit, Pengusaha Warteg: Kami Butuhnya 525.600 Menit
Menurutnya dirinya sering kali melihat di berbagai media pemberitaan pemerintah bahkan tidak memaksimalkan penyerataan untuk bantuan sosial bahkan tak sedikit yang dipolitisasi, disalahgunakan bahkan di korupsi.
“Ya jika nanti kalau memang benar tentu kami sangat senang sih bisa menambah untuk modal usaha lagi, bisnis jualan makanan kami juga makin gak sepi lagi tapi kan sekarang belum tahu kepastiannya,” ungkapnya.
Sehubungan dengan itu, salah satu pengusaha Warung Tegal (Warteg) di kawasan Jakarta Pusat, Tio Ardyansach mengaku senang dan berharap segera bisa dicairkan dari pemerintah
“Ya kami tentu sangat berharap dengan adanya bantuan dan berharap segera cair, namun ya kadang-kadang gitu dari pemerintah suka kurang merata dalam memberikan bantuan,” kata Tio saat ditemui oleh MNC Portal Indonesia, Selasa (7/9/2021).
Baca Juga: Waktu Makan di Tempat Ditambah Jadi 60 Menit, Pengusaha Warteg: Kami Butuhnya 525.600 Menit
Menurutnya dirinya sering kali melihat di berbagai media pemberitaan pemerintah bahkan tidak memaksimalkan penyerataan untuk bantuan sosial bahkan tak sedikit yang dipolitisasi, disalahgunakan bahkan di korupsi.
“Ya jika nanti kalau memang benar tentu kami sangat senang sih bisa menambah untuk modal usaha lagi, bisnis jualan makanan kami juga makin gak sepi lagi tapi kan sekarang belum tahu kepastiannya,” ungkapnya.
Lihat Juga :