Demi Holding Aviasi dan Pariwisata, Garuda Indonesia Rela Besarkan 'Anaknya'

Rabu, 08 September 2021 - 18:59 WIB
Pada saat yang sama, beredar pula surat keberatan manajemen Garuda Indonesia terkait poin-poin informasi yang tercatat dalam hasil rapat tersebut. Salah satunya ihwal pembatalan pesanan pesawat dan pemberian pesawat Airbus A320 kepada Citilink.

Merespons hal itu, Gatot menilai akan ada sebuah konsekuensi lebih jauh saat holding diresmikan. Menurutnya, integrasi itu menimbulkan persaingan antara anggotanya bila tidak dikelola secara baik, misalnya, terjadi monopoli oleh salah satu perusahaan.

Baca juga: Mengancam Gara-gara Ponakannya Berenang Jadi Konten TikTok, Wanita Ini Dicokok Polisi

Pertimbanganya, perseroan yang tergabung dalam holding sebagian merupakan aktor utama di bidangnya masing-masing. Misalnya PT Angkasa Pura I (Persero) dan Angkasa Pura II (Persero) yang notabene sudah menguasai bandara-besar besar di sejumlah daerah di Indonesia.

"Kalau menurut pendapat saya, adanya holding ini justru tidak bagus karena akan menimbulkan monopoli dan persaingan tidak sehat terutama di penerbangan," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!