Milenial Diminta Pertahankan Posisi RI Sebagai Raja Sawit Dunia

Jum'at, 24 September 2021 - 09:44 WIB
Generasi milenial nantinya bisa mempertahankan posisi Indonesia sebagai raja sawit dunia. Foto/Ist
JAKARTA - Generasi milenial dinilai perlu kritis saat merespon kampanye hitam tentang perkebunan kelapa sawit . Sebab, sebenarnya banyak informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Generasi milenial juga perlu kritis karena kesalahan yang dilakukan dalam merespon informasi dapat merugikan masyarakat. Mulai dari pelaku industri kelapa sawit yang saat ini menyerap sekitar 8 - 10 juta tenaga kerja hingga efek ganda kampanye hitam sawit terhadap perekonomian nasional.



“Kalau saya bilang ya, kritislah terhadap semua informasi. Maksudnya, jika ada informasi dari pihak tertentu, pelajari dulu dan berusahalah memahami apa yang terjadi di lapangan,” jelas Wakil Direktur Utama PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS), Kurniadi Patriawan, di Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga : Moratorium Sawit Jilid II Masih Dibutuhkan, Jika Tidak Begini Dampaknya



Mengenai tudingan yang menyebutkan bahwa perkebunan kelapa sawit mempekerjakan anak-anak (child labor), alumni Ilmu dan Teknik Material dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat, ini mengatakan di lapangan ada kondisi ketika ayah dan ibu sama-sama bekerja di kebun, sehingga anak-anak tidak ada yang menjaga di rumah.

Namun, untuk merespon permasalahan tersebut NSS telah memberikan solusi dengan menyediakan tempat dan fasilitas bermain bagi anak-anak. Selain itu, NSS juga menyediakan guru khusus sehingga orang tua bisa tetap bekerja dan anak-anak menunggu sambil bermain dan belajar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!