Terungkap! Ini Dia Penyebab Evergrande China Hampir Kolaps
Jum'at, 24 September 2021 - 11:29 WIB
Baca Juga: Redam Krisis Evergrande, Bank Sentral China Suntik Rp264 Triliun
Hal itu tentunya bisa menyebabkan kekacauan dan kebingungan China karena Evergrande adalah penerbit obligasi terbesar di negara itu. Krisis Evergrande pada dasarnya dipicu oleh keputusan Pemerintah China untuk mengurangi jumlah utang yang dapat diambil perusahaan.
Kebijakan tersebut menyebabkan krisis modal Evergrande sehingga memaksanya untuk menangguhkan pembangunan gedung apartemen baru dan menunda pembayaran vendor atau supplier. Akibatnya banyak pelanggan maupun mitra bisnis tidak senang karena ingin rumahnya segera dibangun. Investor pun tetap ingin pinjaman pokok tetap dibayarkan dan supplier juga ingin dibayar.
Pasalnya, jika tidak dibayar mitra bisnis tidak bisa menggaji karyawan juga memenuhi kewajiban utangnya sendiri. Masalah Evergrande memicu penurunan saham. Bursa saham S&P 500 turun 5,2% antara 2 dan 20 September meskipun Evergrande bukan satu-satunya sumber tekanan.
Indikator ekonomi, misalnya, belakangan ini cenderung sideways. Pengusaha menambahkan hanya 235.000 pekerja pada bulan Agustus, jauh di bawah ekspektasi pasar. Penjualan ritel melonjak sementara kepercayaan konsumen turun ke level terendah dalam enam bulan.
Hal itu tentunya bisa menyebabkan kekacauan dan kebingungan China karena Evergrande adalah penerbit obligasi terbesar di negara itu. Krisis Evergrande pada dasarnya dipicu oleh keputusan Pemerintah China untuk mengurangi jumlah utang yang dapat diambil perusahaan.
Kebijakan tersebut menyebabkan krisis modal Evergrande sehingga memaksanya untuk menangguhkan pembangunan gedung apartemen baru dan menunda pembayaran vendor atau supplier. Akibatnya banyak pelanggan maupun mitra bisnis tidak senang karena ingin rumahnya segera dibangun. Investor pun tetap ingin pinjaman pokok tetap dibayarkan dan supplier juga ingin dibayar.
Pasalnya, jika tidak dibayar mitra bisnis tidak bisa menggaji karyawan juga memenuhi kewajiban utangnya sendiri. Masalah Evergrande memicu penurunan saham. Bursa saham S&P 500 turun 5,2% antara 2 dan 20 September meskipun Evergrande bukan satu-satunya sumber tekanan.
Indikator ekonomi, misalnya, belakangan ini cenderung sideways. Pengusaha menambahkan hanya 235.000 pekerja pada bulan Agustus, jauh di bawah ekspektasi pasar. Penjualan ritel melonjak sementara kepercayaan konsumen turun ke level terendah dalam enam bulan.
Lihat Juga :