Pakar Kripto Bilang Sekarang Saatnya Beli Bitcoin, Ada Apa Nih?
Jum'at, 24 September 2021 - 14:24 WIB
Pasar saham global di sisi lain juga tengah berguguran lantaran kekhawatiran atas guncangan risiko yang disebabkan oleh pasar properti China.
Namun Oscar mengambil contoh beberapa bulan lalu Bitcoin sempat anjlok sampai menyentuh angka USD30.000. Tapi nyatanya beberapa bulan kemudian bisa menyentuh angka USD50.000 lagi yang tidak hanya bitcoin sebenarnya, namun aset kripto lain semacam Ethereum pun sama dan masih ada potensi bullish lagi.
Menurut Oscar, hal ini sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh para investor untuk membeli Bitcoin dengan “harga diskon”. Sebab investasi pada dasarnya adalah membeli sesuatu (dalam hal ini adalah kripto) di saat murah, dan menjualnya di saat mahal.
"Bukan sebaliknya. Sesederhana itu sebenarnya. Nah, mumpung Bitcoin sedang 'murah', sebenarnya para investor bisa memanfaatkan momentum ini. Setelah membeli, lalu disimpan, dan dijual saat harga naik atau kembali menembus level tertingginya seperti di beberapa bulan lalu, Bitcoin sempat menembus all time highnya di $60.000. Momen beberapa hari terakhir ini juga bisa Kita pergunakan untuk meningkatkan portofolio kita.,” jelas Oscar Darmawan.
Dengan market merah beberapa hari terakhir, tidak menyurutkan niat beberapa pihak untuk membeli bitcoin. Salah satunya negara El Salvador yang dua minggu kemarin resmi menyatakan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah di negaranya.
Tidak hanya itu, perusahaan multinasional di industri teknologi finansial asal AS, Paypal telah menyediakan fitur perdagangan Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Bitcoin Cash untuk penggunanya di Inggris. Peluncuran ini menandakan wujud komitmen nyata Paypal untuk terus berubah dan berinovasi demi memenuhi kebutuhan pengguna.
Pengguna PayPal di Inggris Raya yang sudah terverifikasi, dapat membeli, menyimpan, dan menjual kripto dengan minimal pembelian sebesar £1, setara Rp19.600. Melalui akun Paypal, para pengguna dapat melihat harga secara real time.
Namun Oscar mengambil contoh beberapa bulan lalu Bitcoin sempat anjlok sampai menyentuh angka USD30.000. Tapi nyatanya beberapa bulan kemudian bisa menyentuh angka USD50.000 lagi yang tidak hanya bitcoin sebenarnya, namun aset kripto lain semacam Ethereum pun sama dan masih ada potensi bullish lagi.
Menurut Oscar, hal ini sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh para investor untuk membeli Bitcoin dengan “harga diskon”. Sebab investasi pada dasarnya adalah membeli sesuatu (dalam hal ini adalah kripto) di saat murah, dan menjualnya di saat mahal.
"Bukan sebaliknya. Sesederhana itu sebenarnya. Nah, mumpung Bitcoin sedang 'murah', sebenarnya para investor bisa memanfaatkan momentum ini. Setelah membeli, lalu disimpan, dan dijual saat harga naik atau kembali menembus level tertingginya seperti di beberapa bulan lalu, Bitcoin sempat menembus all time highnya di $60.000. Momen beberapa hari terakhir ini juga bisa Kita pergunakan untuk meningkatkan portofolio kita.,” jelas Oscar Darmawan.
Dengan market merah beberapa hari terakhir, tidak menyurutkan niat beberapa pihak untuk membeli bitcoin. Salah satunya negara El Salvador yang dua minggu kemarin resmi menyatakan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah di negaranya.
Tidak hanya itu, perusahaan multinasional di industri teknologi finansial asal AS, Paypal telah menyediakan fitur perdagangan Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Bitcoin Cash untuk penggunanya di Inggris. Peluncuran ini menandakan wujud komitmen nyata Paypal untuk terus berubah dan berinovasi demi memenuhi kebutuhan pengguna.
Pengguna PayPal di Inggris Raya yang sudah terverifikasi, dapat membeli, menyimpan, dan menjual kripto dengan minimal pembelian sebesar £1, setara Rp19.600. Melalui akun Paypal, para pengguna dapat melihat harga secara real time.
Lihat Juga :