PPKM Lebih Longgar, PMI Manufaktur September Naik ke Posisi 52,2
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 10:15 WIB
"Meski ada peningkatan kegiatan pembelian, penciptaan lapangan kerja masih lemah di sektor manufaktur. Optimisme dunia usaha bahkan menurun pada September meskipun kondisi ekonomi sudah membaik," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (1/10/2021).
Menurut dia, penting untuk melihat apakah kondisi permintaan yang lebih baik tersebut juga selaras dengan kayakinan dunia usaha. Sementara itu, gangguan pasokan dan tekanan harga yang terus berlanjut patut terus diwaspadai, meskipun hal tersebut bukan hal yang baru bagi Indonesia dan dapat dilihat memengaruhi perusahaan manufaktur secara global.
Baca juga: Oh Nehi! Perbankan India Didera Krisis Kredit Macet: Nilainya Diperkirakan Rp1.420 Triliun
"Permintaan luar negeri masih lemah pada bulan September, dengan gangguan pandemi Covid-19 dan kesulitan pengiriman terus memengaruhi permintaan ekspor," jelasnya.
Meski permintaan membaik, penciptaan lapangan kerja masih terhambat oleh kondisi Covid-19, dimana angka pemutusan hubungan kerja (PHK) juga dilaporkan masih terus terjadi.
Menurut dia, penting untuk melihat apakah kondisi permintaan yang lebih baik tersebut juga selaras dengan kayakinan dunia usaha. Sementara itu, gangguan pasokan dan tekanan harga yang terus berlanjut patut terus diwaspadai, meskipun hal tersebut bukan hal yang baru bagi Indonesia dan dapat dilihat memengaruhi perusahaan manufaktur secara global.
Baca juga: Oh Nehi! Perbankan India Didera Krisis Kredit Macet: Nilainya Diperkirakan Rp1.420 Triliun
"Permintaan luar negeri masih lemah pada bulan September, dengan gangguan pandemi Covid-19 dan kesulitan pengiriman terus memengaruhi permintaan ekspor," jelasnya.
Meski permintaan membaik, penciptaan lapangan kerja masih terhambat oleh kondisi Covid-19, dimana angka pemutusan hubungan kerja (PHK) juga dilaporkan masih terus terjadi.
(ind)
Lihat Juga :