Proyek Kereta Cepat Banyak Kendala Teknis, Luhut Minta Tak Rugikan Warga
Minggu, 03 Oktober 2021 - 23:22 WIB
Luhut menjelaskan proyek KCJB merupakan sebuah bukti bahwa bangsa Indonesia memiliki kompetensi untuk menyelesaikan proyek strategis nasional dengan baik dan masimal. “Setelah rampung, proyek KCJB akan jadi bukti bahwa bangsa kita mampu menyelesaikan proyek ini dengan maksimal,” tandasnya.
Saat menyambangi lokasi Casting Yard 2, Luhut mendapatkan pemaparan langsung dari Presiden Direktur PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengenai progress pembangunan KCJB. Disebutkan jika per 24 September 2021, pembangunan KCJB sudah mencapai 78,98%.
Sementara itu, hingga saat ini, PT KCIC terus melakukan upaya percepatan pembangunan KCJB guna mengejar target operasi yang ditetapkan pada akhir 2022. GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya menyebutkan percepatan pembangunan adalah salah satu konsen PT KCIC jelang target operasi di akhir 2022.
Tak hanya itu, beberapa aspek lain yang diperlukan untuk percepatan pembangunan pun sudah terpenuhi, seperti 11.805 batang rel untuk seluruh trase KCJB yang telah datang langsung dari China. Mirza menyebutkan, saat ini seluruh batang rel tersebut sudah dikirm ke Depo Tegalluar, Cileunyi, Jawa Barat, untuk dilakukan proses welding atau pengelasan agar menjadi rel sepanjang 500 meter.
Selain itu direncanakan di tahun ini hingga awal tahun, pembangunan struktur tunnel dan stasiun sudah rampung. Saat ini, rangkaian kereta cepat atau Electric Multiple Unit (EMU) dan kereta inspeksi, Comprehensive Inspection Train (CIT) sedang dalam tahap produksi di China. Jika tidak ada kendala, EMU dan CIT direncakan tiba di Indonesia pada pertengahan tahun mendatang.
Saat menyambangi lokasi Casting Yard 2, Luhut mendapatkan pemaparan langsung dari Presiden Direktur PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengenai progress pembangunan KCJB. Disebutkan jika per 24 September 2021, pembangunan KCJB sudah mencapai 78,98%.
Sementara itu, hingga saat ini, PT KCIC terus melakukan upaya percepatan pembangunan KCJB guna mengejar target operasi yang ditetapkan pada akhir 2022. GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya menyebutkan percepatan pembangunan adalah salah satu konsen PT KCIC jelang target operasi di akhir 2022.
Tak hanya itu, beberapa aspek lain yang diperlukan untuk percepatan pembangunan pun sudah terpenuhi, seperti 11.805 batang rel untuk seluruh trase KCJB yang telah datang langsung dari China. Mirza menyebutkan, saat ini seluruh batang rel tersebut sudah dikirm ke Depo Tegalluar, Cileunyi, Jawa Barat, untuk dilakukan proses welding atau pengelasan agar menjadi rel sepanjang 500 meter.
Selain itu direncanakan di tahun ini hingga awal tahun, pembangunan struktur tunnel dan stasiun sudah rampung. Saat ini, rangkaian kereta cepat atau Electric Multiple Unit (EMU) dan kereta inspeksi, Comprehensive Inspection Train (CIT) sedang dalam tahap produksi di China. Jika tidak ada kendala, EMU dan CIT direncakan tiba di Indonesia pada pertengahan tahun mendatang.
Lihat Juga :