Larangan Menampilkan Produk IHT Menekan Roda Perekonomian

Selasa, 05 Oktober 2021 - 19:09 WIB
Pemprov DKI Jakarta melarang pedagang untuk memajang rokok di toko atau warung serta pelarangan iklan rokok. Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino
JAKARTA - Seruan Gubernur DKI Jakarta (Sergub) No 8/2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Rokok masih mengundang banyak kritik. Salah satu poin utama seruan ini adalah larangan memasang reklame dan display rokok, termasuk juga memajang kemasan produk rokok di tempat berniaga.

Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia ( Hippindo ) Tutum Rahanta mengatakan kebijakan tersebut kurang tepat dan tidak beralasan. Kebijakan tersebut dia nilai memperlakukan produk industri hasil tembakau (IHT) sebagai barang ilegal.



“Padahal sebelum ini juga sudah sangat dibatasi dan kami semua patuh. Semua sudah ada aturan perdagangannya termasuk kewajiban seperti pajak yang kami patuhi,” kata Tutum dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga : Kategori Barang yang Paling Dicari saat Promo Belanja Online



Menurutnya, larangan menampilkan produk industri hasil tembakau dan zat adiktif akan menekan roda perekonomian yang saat ini masih jauh dari kata normal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!