Sejurus dengan Kebijakan Kompetensi SDM, Perpusnas Beri Pelatihan Barista
Rabu, 06 Oktober 2021 - 22:42 WIB
Uji kompetensi profesi dan sertifikasi, kata Lase, saat ini menjadi penting untuk dilakukan, lantara dunia kerja saat ini sudah sangat selektif, terutama dalam menilai keterampilan tenaga kerja. Terlebih sudah ada aturan yang mengharuskan tenaga kerja bersertifikat kompetensi.
”Paling tidak, dengan sertifikasi uji kompetensi ini bisa menambah percaya diri tenaga kerja atas keterampilan, pengetahuan dan attitude mereka. Sertifikasi juga bisa menjadi landasan mengakses karir yang lebih baik karena perusahaan akan mencari orang yang kompeten di bidangnya,” kata Lase lebih jauh.
Terpisah, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana, mengatakan, kegiatan Program Kewirausahaan Kopi merupakan kegiatan Perpusnas yang berbasis inklusi sosial.
"Peran kami dalam hal ini adalah menyebarkan literasi kopi, sehingga siapa pun yang memiliki minat dalam bidang ini bisa terpenuhi kebutuhan pengetahuan dan ketrampilannya melalui kegiatan Program Kewirausahaan Kopi ini," kata Ofy.
Dia berharap, kedepan Perpusnas bisa menyelenggarakan kegiatan lain dengan metoda serupa, yakni memberikan pelatihan secara komprehensif dengan komposisi materi dan praktek, sehingga peserta yang mengikutinya bisa mendapat pengetahuan yang utuh.
“Perpustakaan harus bisa bertransformasi sehingga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik menuju kesejahteraan,” tegasnya.
Program kewirausahaan Kopi diselenggarakan Perpusnas selama sekitar satu bulan. Program ini meliputi delapan kota; Medan, Lampung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Denpasar dan Ruteng.
”Paling tidak, dengan sertifikasi uji kompetensi ini bisa menambah percaya diri tenaga kerja atas keterampilan, pengetahuan dan attitude mereka. Sertifikasi juga bisa menjadi landasan mengakses karir yang lebih baik karena perusahaan akan mencari orang yang kompeten di bidangnya,” kata Lase lebih jauh.
Terpisah, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana, mengatakan, kegiatan Program Kewirausahaan Kopi merupakan kegiatan Perpusnas yang berbasis inklusi sosial.
"Peran kami dalam hal ini adalah menyebarkan literasi kopi, sehingga siapa pun yang memiliki minat dalam bidang ini bisa terpenuhi kebutuhan pengetahuan dan ketrampilannya melalui kegiatan Program Kewirausahaan Kopi ini," kata Ofy.
Dia berharap, kedepan Perpusnas bisa menyelenggarakan kegiatan lain dengan metoda serupa, yakni memberikan pelatihan secara komprehensif dengan komposisi materi dan praktek, sehingga peserta yang mengikutinya bisa mendapat pengetahuan yang utuh.
“Perpustakaan harus bisa bertransformasi sehingga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik menuju kesejahteraan,” tegasnya.
Program kewirausahaan Kopi diselenggarakan Perpusnas selama sekitar satu bulan. Program ini meliputi delapan kota; Medan, Lampung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Denpasar dan Ruteng.
Lihat Juga :