Krisis Listrik Hantam China hingga Eropa, Transisi Energi Tak Perlu Buru-buru
Senin, 11 Oktober 2021 - 19:56 WIB
Baca Juga: Sumber Penghasilan Mohammed bin Salman, dari Minyak hingga Investasi
Berdasarkan data tersebut pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap kebijakan pengelolaan dan pengusahaan pada industri hulu migas. Hal tersebut mengingat bahwa berdasarkan kondisi eksisting dan proyeksi pemerintah untuk tahun 2050, cukup jelas bahwa transisi energi tidak akan mengurangi peran penting migas dalam bauran energi Indonesia. "Hal tersebut tercermin dari konsumsi migas Indonesia pada 2050 yang diproyeksikan masih akan sekitar 9,40 BOEPD," tutur Komaidi.
Hal senada juga dikatakan oleh Staf Khusus Menteri Bidang Pengembangan Industri dan Kawasan pada Kementerian Koordinator Perekonomian I Gusti Putu Suryawirawan. Ia mengatakan bahwa peran energi fosil masih dibutuhkan secara jangka panjang untuk mendukung perekonomian. "Seperti halnya industri hulu migas untuk mendorong penggunaan produk di dalam negeri," kata dia.
Berdasarkan data tersebut pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap kebijakan pengelolaan dan pengusahaan pada industri hulu migas. Hal tersebut mengingat bahwa berdasarkan kondisi eksisting dan proyeksi pemerintah untuk tahun 2050, cukup jelas bahwa transisi energi tidak akan mengurangi peran penting migas dalam bauran energi Indonesia. "Hal tersebut tercermin dari konsumsi migas Indonesia pada 2050 yang diproyeksikan masih akan sekitar 9,40 BOEPD," tutur Komaidi.
Hal senada juga dikatakan oleh Staf Khusus Menteri Bidang Pengembangan Industri dan Kawasan pada Kementerian Koordinator Perekonomian I Gusti Putu Suryawirawan. Ia mengatakan bahwa peran energi fosil masih dibutuhkan secara jangka panjang untuk mendukung perekonomian. "Seperti halnya industri hulu migas untuk mendorong penggunaan produk di dalam negeri," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :