Krisis Energi Global, IESR: Bukan Hal yang Baru

Senin, 11 Oktober 2021 - 22:01 WIB
Menurut dia, krisis energi yang terjadi saat ini bukan krisis energi terbarukan, melainkan krisis harga bahan bakar fosil. Hal ini karena bahan bakar fosil merupakan komoditas global yang dapat diperdagangkan. Bahan bakar fosil juga sangat bergantung pada permintaan dan penawaran yang menentukan harganya. "Harus kita pahami bahwa krisis energi yang terjadi saat ini sebagai krisis fossil fuel, bukan krisis energi terbarukan," tuturnya.

Fabby menambahkan, krisis energi yang terjadi di Uni Eropa dan Inggris disebabkan karena kenaikan harga gas menjelang musim dingin. Banyak negara seperti di Eropa dan Inggris ketika menghadapi musim dingin akan meningkatkan cadangan gas. Namun, karena ada suplai yang terdampak maka harga gas di Eropa naik sangat tinggi.

Baca juga: Saran Ahli Agar Krisis Energi Dunia Tak Merembet ke Indonesia

Sementara krisis energi di China karena kenaikan harga batu bara yang membuat PLTU di China mengurangi konsumsi batu bara. "Selama dunia masih bergantung pada energi fosil maka volatilitas harga energi fosil akan memengaruhi keamanan pasokan energi kita. Semuanya bergantung pada demand and supply," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!