Garuda Indonesia Kaji Kenaikan Harga Tiket Imbas New Normal

Rabu, 03 Juni 2020 - 08:01 WIB
Lebih lanjut Irfan menerangkan, perseroan akan mengklasifikasi orang-orang yang harus terbang, sementara masyarakat yang mau terbang harus berpikir dua samapi tiga kali untuk menggunakan jasa penerbangan karena prosesnya lebih kompleks dan lebih mahal. "Kita tengah menyusun proses bagi pemeriksaan calon penumpang pesawat akan lebih mahal," ungkapnya.

Sambung dia menambahkan, dengan adanya new normal pihaknya harus melakukan berbagai pemeriksaan ketat yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Salah satunya terkait PCR test yang membutuhkan Rp 2,5 juta, angka itu sudah jauh lebih mahal dari biaya bepergian dari satu tempat ke tempat lain khususnya yang berdekatan seperti dari Jakarta ke Surabaya.

"Apalagi kalau kita bepergian lebih dari 7 hari, kita mesti melakukan PCR test beberapa kali sehingga biayanya bisa Rp 5 juta, sementara perjalanannya saja bolak-balik Rp 1,5 juta," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!